B.1621 menjadi varian COVID-19 paling baru di kategori variant of interest (VoI). Dinamai Varian Mu, B.1621 yang pertama kali diidentifikasi di Kolumbia ini dikhawatirkan lebih 'kebal' vaksin.
VoI merupakan salah satu kategori varian baru COVID-19 yang mendapat sorotan organisasi kesehatan dunia WHO, setingkat di bawah variant of concern (VOC). Varian Lambda atau C.37 juga ada di kategori ini.
"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," tulis WHO dalam buletin mingguan pandemi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data awal menunjukkan varian Mu memiliki kemampuan untuk lolos dari antibodi vaksin dengan cara yang sama dengan varian Beta (B.1351). Meski demikian, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan.
Sejak muncul di Kolombia pada Januari 2021, varian Mu telah terdeteksi sedikitnya di 39 negara.
"Meski prevalensi global varian Mu di antara kasus yang di-sequence menurun dan sekarang di bawah 0,1 persen, prevalensi di Kolombia (39 persen) dan Ekuador (13 persen) telah meningkat secara konsisten," tulis WHO.
Daftar varian COVID-19 yang saat ini menjadi sorotan WHO adalah sebagai berikut.
Variant of concern (VOI):
- Eta (B.1525), pertama ditemukan di sejumlah negara pada Desember 2020
- Iota (B.1526), pertama ditemukan di Amerika Serikat pada November 2020
- Kappa (B.1621.1), pertama ditemukan di India pada Oktober 2020
- Lambda (C.37), pertama ditemukan di Peru pada Desember 2020
- Mu (B.1621), pertama ditemukan di Kolombia pada Januari 2021
Variant of Concern (VOC):
- Alpha (B117), pertama ditemukan di Inggris pada September 2020
- Beta (B.1351), pertama ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2020
- Gamma (P.1), pertama ditemukan di Brasil pada November 2020
- Delta (B.1617.2), pertama ditemukan di India pada Oktober 2020
(up/up)











































