Kamis, 02 Sep 2021 09:45 WIB

India Diserang Wabah Demam Misterius, 40 Orang Tewas-Ratusan Dirawat di RS

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Indonesia mencontoh penerapan penguncian wilayah (lockdown) yang diterapkan India dalam menangani lonjakan virus corona (Covid-19). Satunya menerapkan pembatasan pergerakan hingga lockdown lebih ketat. India diserang wabah demam misterius. (Foto: Getty Images/Yawar Nazir)
Jakarta -

India melaporkan wabah 'demam misterius' di beberapa wilayah, salah satunya Uttar Pradesh. Ada puluhan orang yang tewas termasuk usia anak, dalam sepekan.

Dikutip dari Independent, lebih dari 40 anak-anak dan 12 orang dewasa meninggal dunia, sementara ratusan orang tengah dirawat di rumah sakit bagian timur India, demikian laporan para pejabat setempat.

Karenanya, menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath memerintahkan kapasitas tempat tidur di RS diperbanyak.

Dia juga telah meminta dinas kesehatan kabupaten untuk melakukan penyelidikan rinci penyebab demam tersebut.

Apa saja gejalanya selain demam?

Selain demam, pasien mengeluhkan nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi, dan mual. Di beberapa kasus, pasien nuga mengalami penurunan jumlah trombosit dan ruam pada tubuh.

Ada hubungannya dengan COVID-19?

Mereka yang meninggal karena penyakit misterius tersebut dinyatakan negatif COVID-19 dan tidak ada hubungan yang ditemukan dengan pandemi yang tengah berlangsung.

Anggota parlemen yang berkuasa dari Partai Bharatiya Janata (BJP) Manish Asija dari Firozabad, menyebut situasinya mengkhawatirkan. Menurut dia, penyebab penyebaran wabah penyakit tersebut bisa jadi karena genangan air, kurangnya sanitasi, dan kebersihan.

Kasus telah dilaporkan dari distrik Firozabad, Agra, Mathura, Mainpuri, Etah, dan Kasganj di negara bagian tersebut.

Ada dugaan demam berdarah

Beberapa dokter menduga itu adalah demam berdarah, infeksi virus yang ditularkan nyamuk yang tersebar luas di Asia Tenggara. Tapi, pemerintah negara bagian telah membantah hubungannya dengan demam berdarah.

Mr Adityanath mengatakan bahwa kasus pertama penyakit demam misterius terdeteksi pada 18 Agustus. Ia menambahkan, bahwa tim akan dibentuk sesegera mungkin untuk melakukan penyelidikan.

Keluarga dari seorang anak laki-laki berusia enam tahun, yang meninggal setelah tiga hari demam tinggi, mengatakan perburukan terjadi dengan cepat, saat ia membawa anak tersebut ke rumah sakit di Agra, India.

"Sepuluh menit sebelum kami sampai di Agra, dia mengembuskan napas terakhirnya," katanya.

Scrub tifus

Kematian juga telah dikaitkan dengan scrub tifus, menurut sebuah laporan oleh Live Hindustan. Sampel yang diambil dari desa Koh Mathura ditemukan terinfeksi scrub typhus.

Scrub typhus, juga disebut sebagai bush typhus disebabkan oleh bakteri yang melewati gigitan tungau virus yang terinfeksi. Gejalanya dimulai dalam 10 hari setelah digigit, mirip dengan penyakit yang ditularkan melalui vektor. Gejala meliputi demam dan menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, ruam dan nyeri otot.

Beberapa sekolah kembali ditutup khususnya di tempat yang terdampak, di tengah keputusan pemerintah yang sudah mengizinkan kembali sekolah tatap muka setelah lama absen karena pandemi.



Simak Video "Demam Turun Jadi Fase Kritis saat Alami DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)