Jumat, 03 Sep 2021 14:40 WIB

Kasus Corona di India Naik Lagi, Ancaman Gelombang Baru Makin Nyata

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
A health worker administers the vaccine for COVID-19 in New Delhi, India, Tuesday, Aug. 24, 2021. (AP Photo/Manish Swarup) COVID-19 di India. (Foto ilustrasi: AP Photo)
Jakarta -

India melaporkan rekor kasus tertinggi COVID-19 dalam dua bulan terakhir. Pemerintah setempat khawatir lonjakan kasus kembali terjadi di tengah sekolah tatap muka yang kembali dibuka.

Sebagian kasus baru dilaporkan dari wilayah Kerala, India. Kota padat penduduk tersebut menghelat festival besar yang dihadiri sejumlah pertemuan keluarga dan aktivitas sosial lainnya.

Hampir 70 persen kasus COVID-19 dari 47.092 kasus baru yang dilaporkan di India Kamis kemarin, terjadi di Kerala. Sepertiga kasus kematian juga disumbang dari wilayah tersebut.

"Dengan meningkatnya kasus di Kerala, langkah-langkah yang memadai harus diambil untuk menahan penyebaran COVID-19 antarwilayah," kata Menteri Kesehatan Mansukh Mandaviya dalam sebuah pernyataan setelah berbicara dengan rekan-rekan negara bagiannya di Tamil Nadu dan Karnataka, yang berbatasan dengan Kerala.

Laju vaksinasi meningkat drastis karena pasokan vaksin COVID-19 terus bertambah. Lebih dari dua pertiga orang India sudah memiliki antibodi COVID-19 melalui infeksi alami, para ahli memperkirakan lonjakan kasus nasional tak akan lebih mematikan daripada yang terjadi di April dan Mei ketika pasokan oksigen terbatas, dan puluhan ribu orang wafat akibat kehabisan tempat tidur.

Studi yang belum peer-review baru-baru ini dilakukan di Kerala menunjukkan bahwa satu dosis vaksin AstraZeneca menghasilkan antibodi 30 kali lebih banyak pada orang yang terinfeksi sebelumnya, daripada orang yang divaksinasi penuh tidak pernah tertular virus.

"Program vaksinasi yang dikelola dengan baik, bersama dengan kekebalan atau antibodi dari infeksi alami yang kita lihat sekarang, membuat gelombang ketiga yang masif tidak mungkin terjadi," kata ahli imunologi klinis dan rheumatologist Padmanabha Shenoy, yang memimpin penelitian dan mengacu pada kekebalan dari infeksi alami dan satu dosis vaksin.

Pemerintah India, bagaimanapun, telah memperingatkan bahwa seperti di Kerala, seluruh India juga dapat melihat peningkatan infeksi COVID-19 di sekitar musim festival mulai bulan ini dan berakhir pada awal November.

India sejauh ini melaporkan sekitar 32,9 juta infeksi, terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Kematian naik 509 kasus pada hari Kamis menjadi total 439.529, yang menurut para ahli adalah jumlah yang sangat kecil.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)