Senin, 06 Sep 2021 07:06 WIB

Round up

Kemunculan Varian Mu dan Antisipasi Gelombang Ketiga Corona di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Kemunculan varian Mu (B1621) yang diduga lebih kebal terhadap vaksin memunculkan kekhawatiran akan gelombang baru virus Corona. Varian ini sudah menyebar di 40 negara, termasuk di Asia seperti Korea Selatan dan Jepang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan varian Mu sebagai variant of Interest (VoI) dan menjadi perhatian karena adanya kekhawatiran lebih resisten terhadap vaksin namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Munculnya varian Mu di wilayah Asia membuat sejumlah pejabat membuat langkah antisipasi jika varian ini masuk ke Indonesia. Belum lagi varian ini disebut berpotensi menimbulkan lonjakan kasus yang mengarah ke gelombang ketiga di Indonesia.

"Gelombang ketiga, kita harapkan tidak terjadi. Sekarang yang menjadi concern (pemerintah) sudah ada untuk mengantisipasi varian Mu," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso dikutip dari CNBC, Minggu (5/9/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga menyinggung mengenai varian Mu yang mendominasi di Amerika Selatan. WHO sedang melakukan pemantauan khusus terhadap varian Mu untuk menyelidiki apakah varian ini lebih menular dibanding varian asli COVID-19.

"Meski sekarang situasi terlihat normal, sekarang pembukaan kegiatan ekonomi sosial telah perlahan dilakukan pemerintah. Di samping itu pemerintah melakukan pengawasan dalam dan luar negeri untuk mencegah adanya imported case," kata Wiku.

(kna/up)