Rabu, 08 Sep 2021 10:23 WIB

Sabar, Corona Belum Kelar! Euforia Bisa Bikin Kasus COVID-19 Naik Lagi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta telah keluar dari zona merah COVID-19. Roda perekonomian bergeliat dan pedagang mulai berjualan. Seperti para PKL di Banjir Kanal Timur ini. Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19.

Tidak sedikit kasus yang menunjukkan kenaikan mobilitas yang sejalan dengan peningkatan jumlah kasus, seperti yang terjadi pada libur Idul Fitri pada Mei lalu yang menyebabkan kenaikan eksponensial sehingga tingkat positivity rate sempat mencapai 33 persen.

Meski tingkat positivity rate saat ini kurang dari 5 persen dan adanya perkembangan tren penanganan COVID-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar hal ini tidak dijadikan euforia. Terlebih baru-baru ini terjadi kerumunan di salah satu kafe di Kemang, Jakarta Selatan, yang melanggar PPKM level 3 DKI.

"Jangan sampai informasi ini disalahartikan bahwa sudah boleh ini, sudah boleh itu, ini yang berbahaya," katanya dalam evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/9/2021).

"Ini penting sekali, supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan," tegasnya.

Menurunnya status level COVID-19 di sejumlah kabupaten/kota juga dibarengi dengan pembukaan kembali resto, mal, dan lokasi wisata outdoor. Pelonggaran ini sayangnya dimaknai oleh banyak orang untuk beramai-ramai berwisata atau revenge travel.



Simak Video "Menkes Budi: Positivity Rate RI Turun ke Batas Normal WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)