Selasa, 07 Sep 2021 22:33 WIB

Memilukan! BOR COVID-19 Mulai Turun, Eh Berkerumun di Holywings

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kerumunan di Holywings Kemang dibubarkan polisi Kerumunan di Holywings (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Viral video kerumunan di kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan dibubarkan polisi, Minggu (5/9/2021) dini hari. Temuan kerumunan tersebut dikecam sejumlah pihak lantaran berlawanan dengan upaya penanganan COVID-19 yakni PPKM Level 3 di DKI Jakarta.

"Sejujurnya saya sedang senang ketika tahu BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit rujukan COVID-19 turun jadi 20 persen dan Indonesia turun ke nomor 13 di Worldometers," ujar Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban dalam akun resmi Twitternya @ProfesorZubairi, Senin (6/9/2021).

"Tapi langsung mengerutkan dahi saat melihat video kerumunan seperti "konser" pra-COVID-19 di Holywings. Pemandangan yang memilukan," sambungnya.

Dalam data Worldometers pada Senin (6/9/2021) yang dimaksud oleh Prof Zubairi, RI menduduki peringkat ke-13 dalam kategori penambahan kasus baru harian COVID-19, dengan jumlah 4.413 kasus. Peringkat pertama terdapat Amerika Serikat dengan jumlah kasus baru 39.644 dan kedua ada India dengan 30.184 kasus baru.

Namun pada kategori jumlah kematian akibat COVID-19, RI menduduki posisi ketujuh dengan total kasus 612.

Dalam kesempatan sebelumnya, ahli epidemiologi dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr Masdalina Pane menjelaskan kerumunan seperti ini berisiko meningkatkan kembali penularan COVID-19. Meski DKI Jakarta sempat disebut sudah mencapai vaksinasi dosis satu 100 persen, risiko peningkatan tetap ada lantaran angka laju penularan belum mencapai batas aman.

"Tentu saja risiko transmisi masih tinggi selama kasus masih ada. Apalagi Jakarta kan masih level 3 (PPKM) di mana laju transmisinya masih di atas 20 per 100.000 penduduk. Tepatnya hari ini 28,37 per 100.000 penduduk," terangnya pada detikcom, Senin (6/9/2021).

"Walaupun positivity rate Jakarta sudah sangat rendah sekali 1,76 persen dan kematiannya rendah, tapi untuk penularan kita menggunakan indikator ini (laju penularan)," lanjut Dr Pane.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)