Rabu, 08 Sep 2021 12:35 WIB

COVID-19 RI Mulai Mereda, Masih Perlukah Jamu Empon-empon dan Sejenisnya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
MinumaN sehat jamu. Agung Pambudhy/ilustrasi/detikfoto Jamu untuk cegah COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Berdasarkan bukti empiris, berbagai macam jamu disebut-sebut efektif mencegah dan mengatasi gejala COVID-19. Misalnya empon-empon, sempat bikin geger lantaran disebut mempan cegah virus Corona.

Namun di tengah situasi pandemi saat ini, masihkah konsumsi jamu relevan dengan pencegahan COVID-19?

Akademisi dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan peneliti etnomedisin, Prof Dr Marina Silalahi, Spd, Msi angkat bicara soal efektivitas jamu sebagai pencegah COVID-19. Menurutnya, berdasarkan pengalaman empiris bahan jamu tertentu efektif memperkuat daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan COVID-19.

"Memang kalau COVID ini yang dibutuhkan itu antibodinya. Nah ketika kita mengnkonsumsi terutama mungkin banyak tumbuh-tumbuhan yang merangsang antibodi atau seperti terutama sambiloto atau empon-empon itu sudah terbukti akan meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

"Jadi COVID ini kan hanya bisa dilawan dengan daya tahan tubuh. Artinya perang-perangan ketika daya tahan tubuh saya lebih kuat dari COVID, saya akan survive. Tapi kalau kemampuan membelah dari si COVID itu, replikasinya lebih tinggi dari daya tahan tubuh saya, ya saya yang kalah," lanjutnya.

Ia mencontohkan, bahan jamu lain yang terbukti efektif menyembuhkan gejala COVID-19 adalah sambiloto. Menurutnya, sambiloto sebenarnya sudah umum digunakan orang-orang tua sebagai obat flu dan pilek. Namun sayangnya, muda-mudi kini tak akrab dengan penggunaan jamu sebagai obat.

"Ini sebenarnya kearifan lokal kita ketika orang kena flu, itu sebenarnya sudah banyak digunakan untuk mengatasi flu. Artinya bahan-bahan alam yang selama ini oleh orangtua kita digunakan untuk flu paling tidak meringankan gejala untuk mengatasi COVID," ujar Prof Marina.

"Secara empirik, teman saya menggunakan androgaphis atau sambiloto itu memang dia merasakan negatifnya lebih cepat," pungkasnya.



Simak Video "Pilah Pilih Jamu dan Herbal untuk Tambah Imun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)