Rabu, 08 Sep 2021 15:00 WIB

Pasangan Gancet Bukan Mustahil Terjadi, Vaginismus Bisa Jadi Pemicunya

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Penyebab fenomena pasangan gancet (Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion)
Jakarta -

Meski terbilang sangat langka, fenomena pasangan gancet atau penis captivus bukan mustahil terjadi. Kondisi tertentu seperti vaginismus bisa jadi memicunya.

Gancet adalah sebutan untuk fenomena ketika berhubungan seksual ketika organ intim pasangan saling tersangkut. Secara medis, fenomena pasangan gancet disebut dengan penis captivus. Salah satu kondisi yang disebut bisa jadi penyebabnya adalah vaginismus.

Vaginismus adalah gangguan kejang atau spasm tak disengaja pada otot dasar panggul wanita. Kejang ini dapat membuat aktivitas seperti memasukkan tampon menjadi sulit. Kejang juga dapat mengganggu seks penetrasi atau membuatnya tidak nyaman.

Gejala vaginismus pada setiap orang bisa berbeda-beda. Gejala yang paling umum ditemukan adalah sensasi terbakar ringan saat berhubungan seks hingga kontraksi yang menyakitkan dan bisa menutup vagina sepenuhnya.

Ada kemungkinan bahwa kontraksi ekstrem seperti itu bisa terjadi selama berhubungan intim. Dalam hal ini, penis bisa tersangkut sebentar di dalam vagina, sehingga terjadi fenomena pasangan gancet.

Apa penyebab vaginismus?

Penyebab vaginismus bermacam-macam. Mereka mungkin dipengaruhi faktor fisik, emosional, psikologis, atau kombinasi dari ketiganya. Bagi sebagian orang, vaginismus berasal dari respons emosional atau psikologis terhadap penetrasi ke dalam vagina.

Oleh karena itu, pengobatan untuk vaginismus dapat menjadi rumit bagi sebagian orang. Misalnya, sebuah penelitian yang muncul di jurnal BMC Women's Health melaporkan bahwa beberapa pilihan pengobatan melibatkan penggunaan alat khusus.

Dengan bantuan ahli terapi fisik yang berspesialisasi pada otot dasar panggul, keberhasilan pengobatan lebih mungkin terjadi.

Beberapa orang dengan vaginismus menemukan terapi perilaku kognitif punya efek yang positif. Namun, bagi beberapa orang dengan kondisi tersebut, seks penetrasi mungkin tidak pernah sepenuhnya nyaman.

Secara umum, pengobatan untuk vaginismus bisa memakan waktu. Ini membutuhkan kesabaran dan komunikasi terbuka antara orang dengan kondisi tersebut, pasangannya, dan dokternya.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)