Kamis, 09 Sep 2021 11:15 WIB

Fenomena CT 1,8 di Surabaya Tak Umum, Tapi Belum Tentu Varian Baru COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tenaga kesehatan melakukan tes swab antigen kepada warga di Gg Bahagia, Kel Gerendeng, Kec Karawaci, Tangerang. Upaya ini sebagai tracing atau pelacakan untuk menekan penyebaran COVID-19. CT value COVID-19 dalam tes PCR. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Seorang pasien di Surabaya memiliki nilai CT value 1,8. Nilai ini dianggap sangat rendah dan diduga terkait dengan varian baru.

CT value atau cycle threshold value adalah nilai yang muncul dalam pemeriksaan RT PCR. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan jumlah viral load dan status infeksi virus Corona.

Pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, mengatakan terkait nilai CT value 1,8 yang didapatkan dari hasil pemeriksaan RT PCR pasien Surabaya bisa saja berbeda jika dilakukan tes di mesin yang berbeda.

"Kita harus tahu dulu identitas mesin yang dipakai. Kalau sangat baru, harusnya ada nilai konversinya. Tapi kan seberapa banyak atau seberapa sedikitnya kita nggak bisa pastikan," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (9/9/2021).

Nilai CT value kurang dari 5 memang tidak umum. Namun hal ini juga tidak bisa dijadikan dasar seseorang terinfeksi varian baru. Terinfeksinya seseorang dengan varian baru atau tidak tetap harus dibuktikan dengan tes genome sequencing.

"Memang nggak umum (1,8) biasanya yang terendah itu 5 sampai 2 itu juga jarang sekali. Tapi ini cuma sebagai dasar kita tahu apakah seseorang terinfeksi atau tidak, angkanya sebenarnya tidak terlalu penting apalagi kalau dikaitkan dengan varian baru," jelasnya.

Menghitung jumlah viral load menurut Ahmad juga bukan prioritas dan harus dikhawatirkan. Sebab, nilai RT PCR di setiap mesin bisa berbeda dan tidak bisa dijadikan rujukan dalam penentuan tingkat infeksi.



Simak Video "Cara Membaca CT yang Benar untuk Pasien Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)