Kamis, 09 Sep 2021 21:00 WIB

Ganasnya Varian Delta Diprediksi 'Lenyapkan' Varian Mu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Varian Mu kini diwaspadai (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Jakarta -

Kehadiran varian Mu atau B.1621 sempat mengalihkan perhatian dunia dari varian Delta (B.1617) yang masih mendominasi di dunia. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun menyebut varian Mu sangat menarik.

Varian Mu yang diidentifikasi sebagai varian of interest (VoI) ini memiliki materi genetik yang bisa membantu menghindar dari antibodi pasca vaksinasi. Tetapi, varian ini belum menyebar luas di dunia.

"Mu memiliki beberapa mutasi yang mengganggu, tetapi tidak menyebar luas di Amerika Serikat," kata John P. Moore, profesor mikrobiologi dan imunologi di Weill Cornell Medical College, dikutip dari Newsweek, Kamis (9/9/2021).

"Saya melihat sangat sedikit penelitian tentang sifat-sifatnya karena belum dipelajari secara luas. Hasilnya adalah itu (varian Mu) tidak menyebar luas," lanjutnya.

Namun, Moore mengatakan varian Mu ini tidak akan menyebar secepat varian Delta. Ini mungkin akan membuat varian baru tersebut perlahan-lahan menghilang.

"Salah satu hal yang kami pelajari dari varian Delta adalah bahwa ia memadamkan varian yang kurang menular. Ini (varian Delta) adalah varian yang paling mudah menular yang mendominasi," jelas Moore.

"Sementara varian Mu memiliki sifat transmisibilitas yang unik dan itu akan mengejutkan, karena sejauh ini belum terlihat. Ini adalah survival of the fittest (seleksi alam) dari perspektif virus," imbuhnya.

Moore mengatakan belum bisa memperkirakan seberapa cepat varian ini menyebar, karena penularan atau transmisi yang terjadi belum terlalu meluas. Menurutnya, sampai saat ini varian Delta-lah yang masih menjadi masalah terbesar di dunia.

Untuk mencegahnya, Moore menyarankan untuk segera mendapat vaksinasi. Dengan cara ini, vaksin akan melindungi tubuh dari semua varian yang muncul.

"Untuk menghasilkan perkiraan semacam itu, Anda membutuhkan banyak transmisi. Saat ini, Delta adalah masalahnya. Dan cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan divaksinasi," jelasnya.



Simak Video "Pemerintah Pilih Fokus ke Varian Delta daripada Mu, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)