Sabtu, 11 Sep 2021 06:35 WIB

WHO Soroti Temuan CT Value Rendah Terkait Varian Mu, Minta Kaji Lebih Lanjut

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Since year 2020, a few countries have started their Covid-19 vaccination medical experiments and programs with the hope to combat the pandemic and bring it to the end. Vaccines are created and often with purpose to bring down the death toll of infectious diseases. 

In less than a year, several successful vaccines have already been announced and were approved for use in some countries. Eventually a very large share of the world population needs to receive a COVID-19 vaccine and together we will win the Covid-19 battle.

Coronavirus 2019-nCoV and Illness Prevention, Healthcare and Medicine, Vaccination, Immunization & Treatment Concepts. Temuan CT Value rendah terkait varian Mu diminta WHO kaji lebih lanjut. (Foto: Getty Images/iStockphoto/goc)
Jakarta -

Belakangan fenomena aneh pasien Corona di Surabaya jadi sorotan lantaran memiliki CT Value rendah 1,8. Sempat ada kekhawatiran terkait varian baru, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya akhirnya mengklarifikasi temuan CT Value rendah mereka tak bisa jadi tolak ukur identifikasi COVID-19 varian baru termasuk varian Mu.

Kementerian Kesehatan RI dilaporkan sudah menganalisis lebih dari 5 ribu sampel whole genome sequencing dan 2 ribu di antaranya terinfeksi varian Delta. Belum ada satupun kasus COVID-19 varian Mu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi juga memastikan infeksi COVID-19 varian baru hanya akan terlihat dari hasil pemeriksaan whole genome sequencing.

"Jadi kalau varian Mu, varian Mu akan cocok dengan primer Mu," beber dia.

"Nah tetapi kita bisa melakukan tentunya seperti yang disampaikan oleh WHO, perlu dilakukan kajian lebih lanjut apakah ada kecenderungan varian-varian Mu ini bisa kita deteksi melalui perubahan pada pemeriksaan laboratorium, salah satunya mungkin perubahan pada CT Value," sambungnya.

Kemenkes RI juga memantau kedatangan dari negara yang mengidentifikasi kasus COVID-19 varian Mu seperti Kolombia, Ekuador, dan sejumlah negara lain yang sudah mengidentifikasi kasus COVID-19 varian Mu.

"Saat ini kapasitas lab whole genome sequencing yang kita miliki mampu mendeteksi sampel varian COVID-19 dalam waktu 4-5 hari," bebernya.

"Sehingga degan kapasitas tersebut kita bisa mengisolasi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah terkonfirmasi COVID-19 dengan varian tertentu, baik di RS atau isolasi terpusat," pungkas dia.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)