Sabtu, 11 Sep 2021 09:15 WIB

Bukan karena Azab, Dokter Jelaskan Kemungkinan Meninggal karena Gancet

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi orgasme Dokter menjelaskan bahaya fenomena gancet. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Fenomena gancet kerap dikaitkan dengan mistis dan azab perselingkuhan. Padahal, kasus tersebut benar terjadi di masyarakat dan secara medis penis captivus dan vaginismus menjadi penyebabnya.

Penis captivus didefinisikan saat penis terperangkap, sementara vaginismus adalah penyakit organ reproduksi saat ada kekakuan otot dinding vagina yang tak bisa dikenali pengidapnya hingga menyebabkan kendala atau gagal penetrasi.

Dokter spesialis obstetri ginekologi dan praktisi medis vaginismus dr Robbi Asri Wicaksono spOG membeberkan contoh kasus di tahun 70-90 an. Dua orang yang mengalami gancet berakhir tewas karena tidak segera mendapatkan pertolongan.

"Karena apa secara medis dua orang bertumpuk seperti itu akan terjadi gangguan pada rongga dada, pada pernapasan. Pada akhirnya dua orang ini meninggal karena tidak bisa bernapas satu sama lain," beber dr Robbi dalam tayangan e-Life, Jumat (10/9/2021).

dr Robbi melanjutkan, jika seseorang mengalami gancet sebaiknya segera dibawa ke instalagi gawat darurat khususnya ruang operasi. Namun, tidak berarti kondisi yang bersangkutan perlu dioperasi.

"Bila Anda memang betul menemui kasus seperti itu segera bawa ke kamar operasi, dua pasien itu harus dilakukan pembiusan total," tuturnya.

Sebisa mungkin kedua pasangan tidak panik saat menghadapi kondisi demikian. Jangan pula berusaha menarik diri satu sama lain karena hanya akan memperburuk kondisi.

"Jangan panik dan jangan lagi mencoba menarik-narik, kemudian segera meminta tolong dan mestinya saat ini adanya telepon seluler sudah sagat lazim, segera kondisikan agar mereka berdua ini bisa dibawa ke dokter spesialis anestesi," pungkas dia.

Karenanya, dr Robbi mengimbau siapa saja yang menemukan kasus gancet, tidakmembully maupun menghakimi pasangan tersebut karena pandangan azab dan lainnya. Sebab, kondisi ini bisa dialami siapa saja, tidak hanya mereka yang belum menikah.



Simak Video "Cara Sembuhkan Vaginismus"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)