Minggu, 12 Sep 2021 11:46 WIB

WHO Sebut Tiga Skenario Kapan Pemberian Booster Vaksin Bisa Dimaklumi

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto ilustrasi: Pradita Utama
Jakarta -

Sampai saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan pemberian dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19. Alasannya suplai vaksin di dunia masih tidak merata, ada banyak negara dengan ekonomi menengah ke bawah yang belum kebagian.


Ahli penyakit infeksi dari WHO, Dr Katherine O'Brien, menjelaskan pemberian booster vaksin mungkin masih bisa dimaklumi dalam tiga skenario.

Pertama adalah pada orang-orang yang memiliki masalah imun. Pada kelompok ini pemberian booster vaksin bisa dilakukan agar antibodi yang terbentuk bisa setara dengan populasi yang sudah divaksinasi pada umumnya.

"Kami memiliki informasi bahwa pada orang-orang dengan masalah imun, kemungkinan diperlukan tiga dosis vaksin karena dua dosis sebelumnya tidak bisa memberikan efek yang sama seperti pada orang sehat," kata Kate seperti dikutip dari situs resmi WHO, Minggu (12/9/2021).

Skenario berikutnya adalah saat ada bukti-bukti kuat antibodi yang terbentuk dari vaksinasi saat ini mulai berkurang. Studi menyebut bahwa tingkat antibodi di dalam tubuh dapat menurun seiring berjalannya waktu, namun menurut Kate belum ada bukti kuat itu terjadi.

"Faktanya sampai sekarang bukti menunjukkan vaksin masih bisa melindungi Anda dari infeksi yang parah, kemungkinan dirawat, dan kematian. Jadi tidak ada bukti kuat untuk mulai memberikan dosis ketiga pada orang yang sudah divaksinasi," ungkap Kate.

Skenario terakhir booster bisa diberikan adalah ketika muncul varian COVID-19 yang kebal terhadap antibodi yang dipicu oleh vaksin. Berbagai varian COVID-19 memang dikabarkan bisa mengurangi efektivitas vaksin, namun tidak sampai benar-benar kebal.

"Sekali lagi vaksin yang kita punya saat ini masih efektif terhadap kasus penyakit yang parah dan kami benar-benar mengamati ini dengan seksama. Secara umum vaksin bekerja dengan sangat baik," pungkas Kate.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)