Senin, 13 Sep 2021 10:39 WIB

Disinggung oleh Istri Siri Ayah Taqy Malik, Kenali Bahaya Seks Anal

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space. Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, diduga melakukan kekerasan seksual kepada istri sirinya yaitu Marlina Octoria. Berdasarkan keterangan kuasa hukum Marlina, ia dipaksa melakukan seks anal hingga enam kali.

Marlina mengatakan sering menolak ajakan suaminya tersebut untuk melakukan seks anal dan berhubungan saat tengah menstruasi. Tetapi, ia kerap dirayu oleh suaminya tersebut.

"Saya sudah bilang saya nggak mau, dia bilang nggak apa-apa kok. Katanya di agama, ulama sebagian menghalalkan dan mengharamkan, tapi dia memaksakan itu ke saya," kata Marlina, dikutip dari Insert Live.

Hal ini menyebabkan organ vital Marlina mengalami kerusakan hingga stadium 4. Meski begitu, pihak keluarga Taqy Malik hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.

Dikutip dari Medical News Today, seks anal merupakan hubungan seks yang dilakukan dengan cara memasukkan penis, jari, atau benda asing lainnya ke dalam anus. Namun, seks seperti ini bisa berpotensi menyebabkan berbagai risiko, misalnya cedera kulit hingga infeksi.

Berikut beberapa risiko yang bisa muncul jika melakukan seks anal.

1. Peningkatan risiko infeksi bakteri

Tak seperti vagina, anus tidak memiliki sel-sel yang bisa menghasilkan pelumas alami. Selain itu, lapisan rektum jauh lebih tipis dibandingkan dengan vagina.

Jika seks anal dilakukan bisa menyebabkan risiko robekan pada jaringan tipis di anus akibat adanya gesekan. Tak hanya itu, bisa terjadi infeksi yang disebabkan bakteri yang ada pada anus. Hal ini bisa meningkatkan terjadinya abses dubur, yaitu infeksi kulit dalam yang biasanya memerlukan pengobatan dengan antibiotik.

2. Risiko infeksi menular seksual

Akibat infeksi bakteri, seks anal juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Misalnya, kulit anal lebih lebih cenderung mudah robek saat melakukan seks anal, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk menyebarkan IMS.

Contohnya seperti klamidia, gonore, hepatitis, HIV, dan herpes. Ini bisa menjadi kondisi jangka panjang, karena banyak IMS tidak dapat disembuhkan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), seks anal merupakan jenis seks yang sangat berisiko tinggi untuk menyebabkan penularan HIV.

3. Risiko HPV

Seks anal juga lebih mungkin menularkan penyakit Human Papillomavirus (HPV). Penyakit ini bisa menyebabkan munculnya kutil dubur hingga kanker anus.

4. Pendarahan

Berbeda dengan seks melalui vagina, seks anal akan lebih menimbulkan rasa sakit. Bahkan tak jarang perilaku seks ini bisa menyebabkan pendarahan di area anus.

5. Kehamilan

Kebanyakan orang memilih melakukan seks anal untuk mencegah kehamilan. Tetapi, itu tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, sperma mungkin saja bisa masuk ke dalam vagina setelah melakukan anal seks. Meski jarang, hal ini kemungkinan masih bisa terjadi.

6. Risiko fistula

Seks anal mungkin bisa menyebabkan robekan pada lapisan anus atau rektum yang terus membesar, dan hal ini bisa terjadi fistula. Fistula adalah robekan yang sangat besar yang mampu melewati usus ke bagian tubuh lainnya.

Jika fistula ini terjadi harus segera mendapat tindakan medis. Pasalnya, hal ini kemungkinan bisa menyebabkan tinja atau feses dari usus menyebar ke tempat lain di tubuh.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)