Jumat, 11 Jun 2021 21:00 WIB

5 Penyakit Menular Seksual, Bahaya yang Mengintai saat Hubungan Seks Berisiko

Ardela Nabila - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Bahaya melakukan hubungan seks berisiko. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya melalui kontak seksual. Biasanya, sejumlah penyakit menular seksual ini masih bisa ditangani, terutama saat baru memasuki tahap awal.

Namun, beberapa jenis penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi parah apabila tidak segera ditangani. Penyakit menular ini bisa menginfeksi siapapun. Terdapat banyak penyakit menular seksual yang bisa ditularkan melalui aktivitas seksual.

Dikutip dari laman Medical News Today, berikut 5 jenis penyakit menular seksual yang paling umum ditemukan.

1. Klamidia

Klamidia merupakan infeksi yang disebabkan oleh chlamydia trachomatis, yakni infeksi umum yang bisa ditularkan melalui seks anal, vaginal, dan oral. Penyakit ini juga bisa ditularkan kepada bayi saat melahirkan.

Biasanya, klamidia tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi penyakit ini bisa menyebabkan infertilitas dan komplikasi lainnya apabila tidak segera diobati. Jika gejala muncul, biasanya berupa perubahan pada lendir keputihan dan rasa perih saat buang air kecil.

Gejala yang timbul tersebut biasanya akan mulai terasa setelah 7-21 hari setelah orang tersebut tertular.

2. Herpes pada kemaluan

Virus herpes simpleks (HSV) merupakan virus yang kerap menyerang kulit, serviks, dan area kemaluan. Namun, virus ini juga bisa menyerang bagian tubuh lainnya. Terdapat dua tipe HSV, yakni HSV-1 dan HSV-2.

HSV-1 biasanya akan menginfeksi mulut. Virus ini bisa menyebar melalui air liur. Saat seks oral, virus ini bisa menular dan menginfeksi area genital. Sementara itu, HSV-2 biasanya menginfeksi area genital, anal, dan juga mulut. HSV-2 umumnya ditularkan melalui seks vaginal, oral, dan anal.

Herpes sendiri tidak bisa menyebar melalui benda. Namun, virusnya bisa menular apabila orang yang tidak terinfeksi menyentuh bagian tubuh orang terinfeksi di mana herpes muncul. Seseorang yang telah terinfeksi herpes, maka virusnya akan tetap tinggal di dalam tubuh.

Gejala yang ditimbulkan saat terinfeksi herpes utamanya berupa kulit lecet yang apabila terbuka akan menimbulkan rasa nyeri. Infeksi ini bisa menimbulkan gejala lain, seperti demam dan nyeri pada tubuh.

3. Hepatitis B

Hepatitis B bisa menyebabkan infeksi jangka panjang dan menyebabkan kerusakan ginjal. Apabila sudah terinfeksi, maka virusnya akan terkandung dalam cairan semen, darah, dan juga cairan tubuh lainnya.

Penularan hepatitis B bisa melalui kontak seksual, jarum suntik tidak steril, dan menusuk kulit dengan benda tajam pada bagian di mana virus berada. Virus ini juga bisa ditularkan kepada bayi saat kehamilan atau melahirkan.

4. HIV

HIV merupakan virus yang menyerang sistem imun. Virus HIV bisa menyebar melalui kontak seksual dan kontak lainnya. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV diketahui lebih rentan terpapar infeksi lainnya. Selain itu, pasien HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit menular seksual lainnya.

Jika tidak ditangani, maka HIV bisa menyebabkan komplikasi parah yang berdampak pada kematian. Mirip dengan hepatitis B, seseorang yang sudah terinfeksi HIV, maka virusnya akan tetap tinggal cairan tubuh, termasuk cairan semen, darah, ASI, cairan vagina dan rektal.

Ketika cairan tersebut memasuki tubuh orang yang tidak terinfeksi, maka mereka akan tertular virusnya. Virus HIV juga bisa menular melalui kontak seksual, penggunaan jarum suntik bersama, kontak dengan kulit yang luka, melahirkan, dan menyusui.

5. Gonorrhea atau gonore

Gonore merupakan infeksi umum yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini sangat mudah menular, sehingga apabila tidak ditangani bisa menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kematian.

Penyakit ini bisa menular melalui seks oral, vaginal, dan juga anal. Apabila seseorang menyentuh area terinfeksi dan menyentuh mata, maka gonore bisa menyebabkan mata menjadi merah.

Umumnya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Tetapi, apabila gejala muncul, maka biasanya berupa nyeri saat buang air kecil, keputihan, bengkak pada area kemaluan, pendarahan saat menstruasi, gatal pada anal, dan nyeri saat buang air besar.



Simak Video "WHO: 73 Negara Alami Krisis Obat HIV di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)