Senin, 13 Sep 2021 19:05 WIB

Dokter Sebut Seks Anal Berisiko Tularkan HIV hingga Picu Kanker

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi orgasme Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik dituding melakukan kekerasan seksual terhadap istri sirinya Marlina Octoria. Ia disebut memaksakan seks anal pada istrinya hingga menyebabkan kerusakan parah pada organ vital.

Pakar kesehatan saluran cerna dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menyebutkan seks anal sangat berisiko. Menurutnya, perilaku seks ini bisa menyebabkan luka yang memudahkan penularan infeksi, terlebih dilakukan secara paksa.

"Kondisi luka tersebut akan memudahkan tertularnya berbagai infeksi dari partner yang melakukan seks anal. Risiko terjadi luka akan bertambah banyak jika proses anal sex dilakukan secara dipaksa," jelas Prof Ari pada detikcom, Senin (13/9/2021).

Prof Ari menyebut berbagai penyakit infeksi akibat hubungan seksual lebih mudah ditularkan melalui seks anal. Misalnya seperti human immunodeficiency virus (HIV), Herpes simplex virus (HSV), hepatitis B, hepatitis C, hingga human papiloma virus (HPV).

Selain itu, berbagai infeksi bakteri juga bisa terjadi karena seks anal. Beragam infeksi tersebut bisa memicu diare berdarah, berlendir sampai timbul bisul yang membuat buang air terasa nyeri.

"Selain itu infeksi bakteri yang bisa terjadi antara lain gonorea, khlamidia, syphilis dan shigelosis. Pasien dengan infeksi bakteri ini bisa saja mengalami diare yang berdarah dan berlendir, mengalami luka-luka terinfeksi bahkan timbul bisul dan radang di sekitar dubur dan poros usus (rektum). Timbul nyeri dan nyeri bertambah saat buang air besar," jelasnya.

Parahnya, perilaku seks anal ini juga bisa berisiko menyebabkan kanker anus, baik pada laki-laki maupun perempuan. Prof Ari pun mengungkapkan kebanyakan kanker anus ini terjadi pada orang yang berusia di bawah 30 tahun.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)