Senin, 13 Sep 2021 20:40 WIB

Status Hitam PeduliLindungi Nekat Ngemal? Luhut: Langsung Kita Bawa

Firdaus Anwar - detikHealth
Uji coba scan QRcode aplikasi Peduli Lindungi dilakukan di Solo Grand Mall (SGM). Simulasi ini untuk mengedukasi warga tentang tata cara masuk mal di Solo. Foto ilustrasi: Agung Mardika
Jakarta -

Berstatus hitam di aplikasi PeduliLindungi artinya terpapar atau kontak erat dengan kasus positif COVID-19. Orang berstatus hitam seharusnya menjalani isolasi, namun berdasarkan pengamatan ternyata masih banyak yang berkeliaran di tengah masyarakat.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan dalam satu bulan setidaknya ada 3.830 orang berstatus hitam yang terdeteksi mengunjungi tempat umum. Dari jumlah itu, lebih dari 3.000 orang ke mal, 43 orang ke bandara, dan 63 orang ke stasiun.

"Baru diluncurkan sebulan sudah ada 29 juta melakukan check in dengan Peduli Lindungi. Kita bisa lihat suprisingly (secara mengejutkan) ada 3.830 orang masuk kategori hitam," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (13/9/2021).

Berkaitan dengan hal tersebut, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan segera memperkuat program isolasi terpusat (isoter). Rencananya semua yang berstatus hitam di PeduliLindungi akan dilacak dan dibawa ke tempat isoter sehingga tidak berisiko untuk orang lain.

"Isoter ini menjadi sangat penting. Nanti orang-orang yang kena pada status hitam di PeduliLindungi akan segera kita tangani," ungkap Luhut saat mengumumkan perkembangan PPKM pada Senin (13/9/2021).

"Di mal misalnya, kalau diperiksa itu akan langsung kita bawa ke karantina terpusat. Untuk menghindari penularan ke orang-orang lain," pungkasnya.



Simak Video "KuTips: Cara Masuk Mal Pakai Scan Barcode PeduliLindungi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)