Selasa, 14 Sep 2021 11:36 WIB

e-Life

Perempuan dengan Vaginismus Tetap Berpeluang Hamil

dtv - detikHealth
Jakarta -

Bagi penderita vaginismus, salah satu hal yang sering dikhawatirkan adalah tentang bisa atau tidaknya terjadi kehamilan. Faktanya perempuan dengan vaginismus bisa hamil walau penis tidak bisa melakukan penetrasi

dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG selaku dokter spesialis obstetri ginekologi menjelaskan vaginismus adalah penyakit. Penyakit organ reproduksi, bukan berasal dari pikiran.

"Dari situ jelas terbaca bahwa kode penyakit ini adalah N 94.2 yang diartikan sebagai bagian dari penyakit organ reproduksi dan saluran kemih. Jadi secara klasifikasi ini adalah penyakit organ. Organ yang terkena penyakit nya adalah vagina dengan definisi kekakuan otot dinding-dinding vagina yang tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya. Nah ini harus digaris bawahi ya, tidak bisa dikendalikan oleh penderitanya, sehingga menyebabkan kendala maupun kegagalan penetrasi," tutur Robbi dalam program e-Life di detikcom.

Splash Pregnancy


Kehamilan yang normal dapat terjadi setelah dilakukannya ejakulasi di dalam vagina. Oleh karena itu, penderita vaginismus umumnya sulit untuk hamil karena kendala atau gagalnya penetrasi penis ke dalam vagina.

Meski demikian, di beberapa kasus tertentu, penderita vaginismus tetap bisa hamil meskipun dalam keadaan belum sembuh dari vaginismus.

"Dalam dunia medis ada yang dinamakan splash pregnancy. Jadi mereka memang tidak bisa penetrasi, tetapi hampir pasti ejakulasi dilakukan di depan vagina persis. Dan kita tahu ejakulasi itu memiliki daya sembur, dan vaginanya orang vaginismus itu tidak menutup. Penderita vaginismus juga merasakan haid yang normal, mereka pun keluar darah dari vaginanya. Artinya secara struktur tidak ada kelainan, dan itu artinya kenapa 4,9% penderita vaginismus juga bisa hamil," terang Robbi.

Namun, dr. Robbi menekankan bahwa hamil bukanlah solusi dari penyakit vaginismus. Hal paling penting yang harus diusahakan oleh penderita vaginismus adalah sembuh dari penyakit ini terlebih dahulu.

"Vaginismus bukan hanya soal urusan seks, tetapi juga urusan kesehatan pribadi yang bersangkutan. Jadi kalau Anda memang masih vaginismus dan berharap bisa hamil, itu adalah sesuatu langkah yang menurut saya nantinya bisa membahayakan anda sendiri. Jadi kalau anda vaginismus upayakan sembuhkan dulu vaginismus nya, Kalau memang anda termasuk yang 4,9%, anda ternyata diberikan kehamilan saat masih vaginismus, pastikan tenaga medis memahami kondisi anda,' jelasnya.

(gah/gah)