Selasa, 14 Sep 2021 11:47 WIB

Kerusakan Organ Intim 'Stadium 4' Akibat Seks Menyimpang, Ini Artinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Little girl suffering bullying raises her palm asking to stop the violence Ilustrasi korban perilaku seks menyimpang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik, dituduh memaksakan perilaku seks menyimpang kepada istri sirinya, Marlina Octoria. Hal tersebut menyebabkan kerusakan parah pada organ intim Marlina, disebut hingga 'stadium 4'.

Pakar kesehatan saluran cerna RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menyebut istilah 'stadium' tidak lazim digunakan untuk menggambarkan tingkat kerusakan pada organ intim akibat perilaku seks menyimpang.

Menurutnya, istilah 'stadium' ini lebih lazim atau umumnya digunakan untuk menggambarkan tingkat keparahan penyakit lain, misalnya seperti kanker.

Meski begitu, Prof Ari menyebut perilaku seks menyimpang sebagaimana dituduhkan pada Mansyardin memang bisa menimbulkan risiko yang serius. Selain meningkatkan risiko infeksi, otot-otot dubur juga bisa menjadi longgar sehingga tidak bisa menahan BAB (buang air besar).

"Anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar," jelas Prof Ari kepada detikcom, Senin (13/9/2021).

Sejumlah infeksi bisa terjadi akibat seks menyimpang ini, seperti human immunodeficiency virus (HIV), herpes simplex virus (HSV), hingga hepatitis B, C dan human papiloma virus (HPV). Belum lagi, bahaya dari infeksi bakteri termasuk gonore hingga syphilis, yang menyebabkan diare berdarah dan berlendir.

"Akibat yang paling berbahaya dari anal sex ini adalah terjadi kanker anus," sambung Prof Ari.

Prof Ari menyebut kasus kanker anus banyak dialami orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu penyebabnya adalah perilaku seks menyimpang ini.

"Resiko terjadi kanker sama pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Risiko terjadinya kanker anus lebih tinggi pada orang di bawah umur 30 tahun," jelasnya.

"Sejauh ini saya beberapa kali mendapat kasus kanker anus berumur di bawah 30 tahun dan berhubungan dengan riwayat seks anal. Umumnya mereka melakukan seks anal dari partnernya. Dari beberapa literatur yang saya baca kebiasaan seks anal dilakukan biasanya terinspirasi setelah menonton film porno," pungkas dia.



Simak Video "TOP 5: Apple Rilis iPhone 13, Bisa Pilih Booster Vaksin di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)