Selasa, 14 Sep 2021 21:00 WIB

Heboh Pasien Nekat Hubungan Intim di RS saat Kasus COVID-19 Tinggi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Intimate moment of two lovers in shower, sexual desire and passion, relationship. ilustrasi seks Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

Seorang pasien di Selandia Baru berhubungan intim dengan seorang pengunjung di ruangan perawatan RS. Aksi tersebut terungkap saat pasien lain tak sengaja melihat keduanya di balik tirai ruangan RS.

Karenanya, pasien yang melihat kejadian tersebut, yaitu Kevin, melaporkan kejadian ke staf rumah sakit.

"Pukul lima, wanita muda ini masuk dan menghilang di balik tirai dan cukup jelas apa yang terjadi di sana," kata Kevin, dikutip dari Insider.

"Ada empat orang di ruangan perawatan RS dan semuanya sedikit mengejutkan, semuanya sangat memalukan," sambungnya.

Terlanjur kepergok, pasien yang melakukan hubungan intim tersebut sempat meminta Kevin untuk tidak mengadukan aksinya.

"Tapi saya khawatir jika tidak lapor, karena penularan COVID-19 sedang meluas, jadi saya langsung mengeluh kepada staf rumah sakit," tutur Kevin.

Organisasi Perawat Selandia Baru (NZNO) juga prihatin, dan sejak itu meminta bantuan WorkSafe.Tak hanya itu, Kevin juga khawatir karena pengunjung RS Auckland, Selandia Baru tidak dibatasi. Selama tiga hari saja, ia memperkirakan ada sekitar 60 orang yang berkunjung

"Saat ini yang penting kita batasi kunjungan. Terlalu banyak orang yang keluar masuk mempertaruhkan keselamatan pasien dan membahayakan keselamatan tenaga perawat kami," kata Kate Weston dari NZNO.

Kementerian Kesehatan pada hari Kamis merilis pedoman pengunjung yang direvisi untuk DHB secara nasional yang diperbarui untuk mencegah COVID-19 varian Delta meluas.

"Pekerjaan itu sedang diselesaikan hari ini sehingga akan ada panduan yang diperbarui," kata Direktur Jenderal Kesehatan Dr Ashley Bloomfield kepada wartawan selama pengarahan Covid-19 Kamis sore.

Jacinda Ardern yang bingung ditanya tentang insiden tersebut, ikut memberi tanggapan.

"Saya akan mengatakan secara umum, terlepas dari status Covid, hal semacam itu ([seks antara pengunjung dan pasien) seharusnya tidak menjadi bagian dari jam kunjungan, saya pikir," katanya.



Simak Video "Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)