Rabu, 15 Sep 2021 10:04 WIB

Targetnya 2 Minggu, Vaksin Booster Nakes Kok Belum Kelar-kelar?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi vaksin Moderna Vaksin booster nakes. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Vaksin booster tenaga kesehatan yang rencananya rampung dua minggu ternyata molor. Sampai sekarang, baru ada 805 ribu tenaga kesehatan yang divaksinasi COVID-19 dosis ketiga.

Padahal sudah dimulai sejak 16 Juli 2021 lalu. Target 2 minggu vaksinasi booster sebelumnya diutarakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengungkap sasaran vaksinasi booster mencapai 1,4 juta nakes.

Kala itu, Menkes optimis vaksinasi booster nakes bisa segera rampung karena pelaksanaan dilakukan di fasilitas kesehatan, tempat nakes bekerja. Belakangan terungkap kendala yang dihadapi terkait vaksinasi booster bukan cuma soal distribusi.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Slamet Budiarto menyebut banyak dari nakes yang merasakan efek samping dalam jangka panjang.

"Karena efeknya yang agak sedikit lumayan sehingga faskes mengatur. Karena kalau satu faskes divaksin semua, bisa-bisa hari berikutnya tutup faskesnya," kata Slamet dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Dalam catatan situs Kemenkes RI per Rabu (15/9/2021), cakupan vaksin COVID-19 dosis ketiga baru 54,83 persen.

Berikut laporan detailnya:

Vaksinasi dosis pertama: 133,31 persen (1.957.966)
Vaksinasi dosis kedua: 122,01 persen (1.792.031)
Vaksinasi dosis ketiga: 54,83 persen (805.331).

Polemik pemberian vaksinasi booster di luar sasaran target yaitu para pejabat yang curi start divaksinasi dosis ketiga. Lapor COVID-19 bahkan menerima 18 laporan penyalahgunaan vaksin booster.

Catatan Lapor COVID-19 menunjukkan sejumlah oknum disebut menyalahi ketentuan Kementerian Kesehatan dalam SE HK.02/I/1919/2021 yang diterbitkan pada 23 Juli 2021. Diketahui, vaksin booster saat ini hanya ditujukan untuk para tenaga kesehatan.

"Jadi dari 28 laporan yang masuk tentang penyalahgunaan vaksin ini, 18 diantaranya merupakan masalah penyalahgunaan vaksin booster atau vaksin ketiga," kata Relawan LaporCovid19 Hana Syakira, dikutip dari CNNIndonesia.



Simak Video "Pihak WHO Ingatkan untuk Berbagi Vaksin ke Negara yang Kekurangan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)