Rabu, 15 Sep 2021 12:44 WIB

Pesta Miras Hand Sanitizer Berujung Maut, Ini Beda Alkohol Miras vs Antiseptik

Vidya Pinandhita - detikHealth
Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa) Foto: Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa)
Jakarta -

Geger 5 anak punk di Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia usai meneguk miras yang dioplos dengan hand sanitizer. Diketahui, miras oplos tersebut diberikan oleh remaja berinisial HK (17) dengan motif sebal pada kelima remaja tersebut lantaran sering memalak.

Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono menerangkan awalnya pada Jumat siang (10/9/2021), HK memberikan sebotol hand sanitizer berukuran 1,5 liter. Lantaran habis diminum tanpa kelihatan efek apapun, HK kembali memberikan 2 botol miras hand sanitizer malam harinya.

Memangnya, seperti apa perbedaan kandungan alkohol pada miras dengan hand sanitizer? Intinya, bukankah sama-sama alkohol?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Apt Zullies Ikawati menjelaskan hand sanitizer dengan merek berbeda bisa memiliki perbedaan kandungan alkohol. Namun umumnya, kandungan alkohol pada hand sanitizer berkisar 60-70 persen.

"Biasanya 60-70 persen dan kadang ada juga yang dicampur dengan bahan antiseptik yang lain. Itu biasanya alkohol yang untuk antiseptik," terangnya saat dihubungi detikcom, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, minuman beralkohol mengandung alkohol jenis etanol yang diperoleh dari hasil fermentasi buah-buahan atau gandum. Jenis ini banyak dikonsumsi sebagai minuman beralkohol seperti bir atau wine. Meski hand sanitizer sama-sama mengandung etanol, dosis alkohol yang berlebih inilah yang menimbulkan keracunan dan risiko kematian.

"Sedangkan metanol, umumnya bukan dikonsumsi sebagai minuman karena sifatnya yang lebih beracun dan dipakai sebagai bahan bakar. Hand sanitizer itu kandungannya etanol," ujar Prof Zullies.

Prof Zullies menjabarkan, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI no: 86/Men.Kes/Per/IV/77, minuman keras adalah semua jenis minuman beralkohol, tetapi bukan obat.

Minuman beralkohol tersebut digolongkan menjadi golongan A dengan kadar etanol 1-5 persen, golongan B dengan kadar etanol 5-20 persen, golongan C dengan kadar etanol 20-55 persen.

"Semacam keracunan alkohol ya, mengkonsumsi melebihi dosis toksisnya. Keracunan alkohol termasuk serius dan mematikan. Kondisi ini dapat memengaruhi pernapasan, denyut jantung, suhu tubuh, dan gangguan saraf," pungkas Prof Zullies.



Simak Video "18 Hand Sanitizer Mengandung Zat Kimia Tinggi Ditarik Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)