Kamis, 16 Sep 2021 17:21 WIB

Kabar Baik! Corona Melandai, Isolasi Terpusat di Klaten Nol Penghuni

Achmad Syauqi - detikHealth
Petugas medis melakukan tes usap PCR terhadap pasien COVID-19 di selasar Ruang IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). Meningkatnya kasus COVID-19 di ibu kota dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan penuhnya tingkat keterisian kamar perawatan di rumah sakit tersebut sehingga sebagian pasien COVID-19 terpaksa antre untuk mendapatkan tempat perawatan. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. Ilustrasi pasien COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta -

Lokasi isolasi terpusat untuk pasien COVID-19 tingkat kecamatan dan desa/ kalurahan kabupaten Klaten mulai ditinggalkan penghuninya. Di lokasi isolasi terpusat sudah tidak ada lagi warga yang dirawat.

" Untuk isolasi yang tingkat kecamatan maupun desa sudah nol, tidak ada penghuninya. Jadi ya kosong karena sembuh," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Klaten, Joko Purwanto pada detikcom, Kamis (16/9/2021) siang

Menurut Joko, meskipun lokasi isolasi terpusat di 26 kecamatan dan 401 desa/kalurahan sudah kosong tetapi belum ditutup. Satgas akan melihat perkembangan kasus.

"Kita akan melihat perkembangannya dulu. Kita tetap waspada tapi sarana prasarana tetap kita siapkan," lanjut Joko.

Dirinci Joko, untuk lokasi isolasi terpusat tingkat kecamatan di Klaten ada 383 tempat tidur dan desa 135 tempat tidur. Di tingkat kabupaten ada 318.

"Tingkat kabupaten ada 318, jika ditambah kecamatan dan desa total ada 836 tempat tidur. Data terakhir hanya terisi 30 orang dan 30 itu di tingkat kabupaten semua," terang Joko.

Lokasi isolasi terpusat tingkat kabupaten yang masih terisi itu, kata Joko ada beberapa lokasi. Antara lain, GOR Gelarsena, Edotel, Panti Semedi, Jogonalan, Delanggu dan Bayat.

"Ada enam lokasi yang dikelola kabupaten itu. GOR Gelarsena kapasitas, Edotel , Panti Semedi , Jogonalan, Delanggu dan Bayat," imbuh Joko.

Komandan SAR Kabupaten Klaten, Irwan Santosa mengatakan selain angka kasus COVID terus turun, angka kematian juga jauh berkurang. Jika pada bulan Juli mencapai puluhan bahkan pernah 100 kasus , kini hanya satu sampai dua kasus.

"Kasus kematian yang ditangani pemakamannya secara COVID masih ada satu atau dua per hari. Ditangani pos wilayah masing-masing," papar Irwan pada detikcom.

Bahkan, ungkap Irwan, sekitar dua hari lalu berturut-turut pernah tidak ada kasus kematian karena COVID-19. Meskipun demikian, tim pemakaman belum dibubarkan.

"Tim masih siaga di kabupaten maupun pos aju untuk antisipasi. Semoga segera tidak ada kasus COVID baru," pungkas Irwan.

Lihat juga video 'PR Besar Indonesia untuk Bisa Berdamai dengan Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(Achmad Syauqi/kna)