Senin, 20 Sep 2021 15:31 WIB

Makin Menyebar Luas, Akankah Varian Covid Mu Sekuat Delta?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Colombia coronavirus invasion crisis abstract cover background. Government virus response, action, protection, awareness, threat handling, and prevention. Foto: Getty Images/iStockphoto/Darryl Fonseka
Jakarta -

Berbagai varian baru Corona mulai menyebar ke seluruh dunia. Mulai dari varian Alpha, Beta, Delta, Lambda, hingga yang terbaru yaitu varian Covid Mu. Varian Mu atau B.1621 ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada awal 2021 lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan varian ini sebagai variant of interest (VoI) pada bulan Juni lalu. Menurut WHO, alasan varian Mu masuk dalam VoI karena memiliki "konstelasi atau kumpulan mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan" yang perlu dipelajari lebih lanjut.

Bahkan sampai saat ini varian Covid Mu telah menyebar ke sekitar 40 negara, yang belum lama ini dilaporkan di Jepang dan Finlandia. Hal ini membuktikan bahwa varian Mu perlu diteliti lebih lanjut. Namun, akibat peningkatan infeksi secara global, tak menutup kemungkinan varian ini akan terus menyebar jika tidak segera ditangani.

Apakah akan seganas varian Delta?

Walaupun belum ada penelitian lebih lanjut, varian Covid Mu ini memiliki mutasi yang dikhawatirkan akan lebih resisten terhadap vaksin. Pada data awal, varian ini menunjukkan adanya penurunan efektivitas vaksin mirip seperti yang terjadi pada varian Beta.

Pada sebuah studi di jurnal Medical Virology juga mengungkapkan bahwa varian Mu ini memiliki beberapa mutasi yang juga ada pada varian lainnya. Sementara sebagian lainnya termasuk mutasi baru.

Meski begitu, profesor mikrobiologi dan imunologi di Weill Cornell Medical College, John P. Moore, mengungkapkan varian Covid Mu ini tidak akan menyebar secepat varian Delta (B.1617) yang kini mendominasi. Hal ini yang mungkin membuat varian baru yang ada saat ini perlahan-lahan akan menghilang.

"Salah satu hal yang kami pelajari dari varian Delta adalah bahwa ia memadamkan varian yang kurang menular. Ini (varian Delta) adalah varian yang paling mudah menular yang mendominasi," jelas Moore yang dikutip dari Newsweek.

"Sementara varian Mu memiliki sifat transmisibilitas yang unik dan itu akan mengejutkan, karena sejauh ini belum terlihat. Ini adalah survival of the fittest (seleksi alam) dari perspektif virus," imbuhnya.

Gejala khas apa saja yang muncul akibat varian Covid Mu?

Dikutip dari Express UK, umumnya varian Covid Mu ini memiliki gejala yang sama dengan varian Corona lainnya. Hal ini pun diungkap oleh National Health Service (NHS), berikut gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi varian Covid Mu ini:

Suhu tubuh tinggi: Ini berarti seseorang merasa panas saat menyentuh dada atau punggung.

Batuk terus-menerus: Batuk terjadi selama lebih dari satu sampai tiga jam, atau terus berlangsung selama 24 jam.

Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa: Gejala ini terjadi saat seseorang tidak bisa mencium atau merasakan apapun, termasuk hal-hal yang berbau atau terasa berbeda.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)