Senin, 20 Sep 2021 19:02 WIB

Tiba di Bandara Soetta dari AS, Tasya Kamila Ngeluh Soal Tes PCR dan Karantina

Syifa Aulia - detikHealth
Tasya Kamila saat ditemui di kawasan Kota Kasablanka. Tasya Kamila. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila sudah kembali ke Jakarta pada Minggu (19/9/2021) setelah menetap di New York, Amerika Serikat, selama beberapa hari. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, ia mengaku terkena imbas uji coba peraturan baru terkait kedatangan penumpang internasional.

"Sampe Jakarta apes banget aku kedapetan hari pertama uji coba peraturan PCR di Bandara," ungkap Tasya pada akun Instagram Story-nya.

Sebelum adanya peraturan baru ini, Tasya mengatakan bahwa aturan kedatangan penumpang internasional hanya mengisi eHAC dari aplikasi PeduliLindungi. Lalu dilanjutkan dengan tes PCR di hotel repratriasi sebagai tempat karantina.

"Hari ini trial peraturan baru, nggak terpakai lagi tuh eHAC, bye. Registrasi lagi terus langsung PCR di bandara dengan keadaan cuma ada 2 orang nakes yang colok hidung (tes PCR) semua penumpang dari 2 flights yang ada di jam yang sama ini. Kebayang kan antrinya," kata Tasya.

Selain itu, ia juga mengeluh terkait aturan yang mengharuskan penumpang untuk menunggu hasil tes PCR di bandara. Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan kerumunan dan cukup memakan waktu yang lama.

"Terus setelah ambil sampel PCR, kita lanjut ke imigrasi dan ambil barang. Kirain setelah itu nunggu hasil PCR-nya bisa di hotel aja, oh ternyata tidak. Harus nunggu di bandara sampai hasil PCR-nya keluar kurang lebih 2 jam. Nah loh jadi berkerumun kan kita," tuturnya.

Namun, setelah satu jam lebih menunggu, peraturan kembali berubah. Penumpang dipersilakan menunggu hasil PCR di hotel repatriasi. Hal ini membuat Tasya sedikit jengkel.

"Setelah 1 jam lebih menunggu hasil PCR, tiba-tiba ganti aturan! Silakan nunggu hasil PCR di hotel repatriasi masing-masing! Jujur nggak tau harus hamdallah, istigfar, atau berkata kasar."

Dengan adanya peraturan baru ini, Tasya tidak merekomendasikan untuk membawa anak kecil. Sebab proses yang cukup memakan waktu ini dianggap bisa membuat anak merasa bosan.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan terkait harga tes PCR di bandara. Ia mengatakan, tes PCR imbas aturan baru itu dikenakan biaya 495 ribu per orang.

Tes PCR dilakukan sebanyak dua kali, saat baru tiba di bandara dan hari ketujuh di hotel. Penumpang lalu membayar melalui hotel tempat karantina.

Tasya sangat menyayangkan adanya peraturan baru ini yang mengharuskan penumpang untuk melakukan tes PCR sebanyak dua kali.

"Nggak paham deh kenapa harus PCR lagi gitu sampai di Jakarta. Padahal kalau misalkan takut tertular di perjalanan kan biasanya harus nunggu masa inkubasi virus dulu (5 hari). Baru ketauan via PCR?" katanya.

Menurutnya, tes PCR cukup dilakukan sekali setelah karantina. Sebab setiap penumpang internasional memang diwajibkan untuk melakukan karantina, meski hasil PCR negatif.

"Lagipula waktu sampai (di bandara) juga nggak ada pilihan, apa pun hasilnya wajib karantina. Jadi kenapa nggak PCR-nya sekalian nanti aja gitu H+5 atau H+7 karantina?" tutur Tasya.



Simak Video "Jika Ada Permainan Harga PCR, Ini Sanksinya! "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)