Kamis, 23 Sep 2021 15:45 WIB

Kandungan Vaksin Moderna, Vaksin COVID-19 Incaran yang Jadi Booster untuk Nakes

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ilustrasi vaksin Moderna Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Seiring kabar baik meredanya pandemi COVID-19 di Indonesia, vaksinasi masih digencarkan lantaran tak tertutup kemungkinan kasus COVID-19 melonjak kembali. Salah satu merek vaksin yang disebut-sebut jadi incaran banyak orang, juga digunakan sebagai booster atau suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan, yakni Moderna. Lantas, apa saja kandungan vaksin Moderna?

Diketahui, vaksin Moderna berbasis platform mRNA dari AS yang terbuat dari protein COVID-19. Moderna menjadi merek vaksin terbaru yang diciptakan dengan metode tersebut.

Dalam penerbitan Izin Penggunaan Darurat (EUA), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut vaksin COVID-19 Moderna memiliki efikasi sebesar 86,4 hingga 94,1 persen.

"Untuk data efikasi berdasarkan data uji klinik fase 3 menunjukan adanya 94,1 persen pada usia 18-65 tahun dan 86,4 persen pada usia di atas 65 tahun," terang Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual terkait penerbitan EUA vaksin Moderna, Jumat (2/7/2021).

Ia memaparkan tingkat efikasi serupa juga ditemukan pada kelompok populasi dengan riwayat komorbid. Artinya, Moderna diyakini aman digunakan pada kelompok populasi dengan penyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, penyakit liver (hati), dan HIV.

Penny menyebut secara umum efek samping vaksin Moderna tergolong aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Efek samping yang ditemukan umumnya setelah suntikan dosis kedua mencakup nyeri di tempat bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

Mengingat, interval penyuntikan dosis satu dan dua vaksin COVID-19 Moderna adalah 1 bulan atau terhitung 28 hari.

"Berdasarkan hasil pengkajian BPOM bersama tim ahli komite penilai vaksin COVID-19 dan ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) menunjukan bahwa secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik reaksi lokal maupun sistemik dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2," beber Penny.

Lantas, apa saja kandungan vaksin Moderna sampai-sampai vaksin ini disebut-sebut jadi incaran banyak orang? Cek di halaman selanjutnya!

Selanjutnya
Halaman
1 2