Kamis, 23 Sep 2021 16:20 WIB

Daftar Wilayah yang Catat 3 'Varian Lokal' Indonesia

Ayunda Septiani - detikHealth
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/BlackJack3D)
Jakarta -

Tak cuma varian 'impor' seperti varian Alpha hingga varian Delta. Indonesia memiliki tiga varian 'lokal'. Pakar biologi molekuler Prof Amin Subandrio dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menyebut varian ini sudah lama ditemukan.

"Ternyata Indonesia memiliki kekhasan, karena ada beberapa virus yang ditemukan paling banyak di Indonesia. Negara lain juga ada, tetapi sekali lagi paling banyak di Indonesia," jelas Prof Amin, dalam diskusi daring, Kamis (23/9/2021).

"Sehingga kemudian, lineage belum bisa disebut varian, lineage itu disebut sebagai 'varian lokal Indonesia' karena dia masih lineage," tambahnya.

Berikut tiga lineage yang ada di Indonesia beserta sebaran kasusnya.

1. B.1.466.2

Prof Amin menyebutkan, distribusinya terhadap lineage ini pada bulan Mei 2021 ada 506 kasus. "Lineage Indonesia ini bukan virus baru, karena mereka sudah ditemukan sejak tahun lalu, yang B.1.446.2 sudah ditemukan sejak November 2020," tambah Prof Amin.

Sejauh ini sudah ditemukan 1.734 lebih kasus B.1.466.2. Ini sebarannya:

  • Jambi: 254 kasus
  • Jawa Barat: 217 kasus
  • DKI Jakarta: 194 kasus
  • Bali: 178 kasus
  • Kepulauan Riau: 151 kasus
  • Sumatera Utara: 139 kasus
  • Sumatera Barat: 95 kasus
  • Kalimantan Timur: 52 kasus
  • Sulawesi Selatan: 47 kasus
  • NTT: 47 kasus
  • Kalimantan Selatan: 46 kasus
  • Jawa Tengah: 44 kasus
  • Banten: 40 kasus
  • Aceh: 30 kasus
  • Jawa Timur: 28 kasus
  • Kalimantan Tengah: 26 kasus
  • Sulawesi Barat: 21 kasus
  • Riau: 17 kasus
  • Sumatera Selatan: 16 kasus
  • Papua Barat: 15 kasus
  • NTB: 14 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 13 kasus
  • Kalimantan Utara: 12 kasus
  • Kalimantan Barat: 9 kasus
  • Yogyakarta: 7 kasus
  • Lampung: 5 kasus
  • Papua: 4 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 3 kasus
  • Sulawesi Utara: 3 kasus
  • Maluku Utara: 2 kasus

2. B.1.470

Dijelaskan oleh Prof Amin, untuk lineage B.1.470 bahkan lebih awal lagi ditemukan di Indonesia pada April 2020. Jadi ini bukanlah virus baru.

"Tetapi karena jumlahnya yang banyak, dan Indonesia adalah negara cukup dominan yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Maka WHO mengimbau agar kita memberikan perhatian terhadap lineage ini khususnya pada B.1.4662," paparnya.

Sejauh ini sudah ditemukan 522 lebih kasus B.1.470. Ini sebaran kasusnya:

  • Bali: 119 kasus
  • Jawa Barat: 114 kasus
  • DKI Jakarta: 88 kasus
  • Jawa Timur: 73 kasus
  • Banten: 38 kasus
  • Jambi: 33 kasus
  • Yogyakarta: 10 kasus
  • Kalimantan Barat: 8 kasus
  • Kalimantan Tengah: 7 kasus
  • Sumatera Barat: 4 kasus
  • Sumatera Utara: 3 kasus
  • Riau: 3 kasus
  • Sumatera Selatan: 2 kasus
  • Kepulauan Riau: 2 kasus
  • Kalimantan Timur: 2 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Papua: 1 kasus
  • Kalimantan Utara: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus
  • Maluku: 1 kasus
  • Bangka Belitung: 1 kasus

3. B.1.459

Sedangkan untuk kasus 1.459 ada 160 kasus. Ini sebarannya:

  • Jawa Barat: 51 kasus
  • DKI Jakarta: 31 kasus
  • Jawa Tengah: 19 kasus
  • Banten: 17 kasus
  • Yogyakarta: 15 kasus
  • Bali: 4 kasus
  • Sumatera Barat: 4 kasus
  • Jawa Timur: 3 kasus
  • Jambi: 3 kasus
  • Kalimantan Barat: 2 kasus
  • Sulsel: 2 kasus
  • Sumatera Selatan: 2 kasus
  • Sumatera Utara: 1 kasus
  • NTB: 1 kasus
  • NTT: 1 kasus
  • Papua: 1 kasus
  • Papua Barat: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 1 kasus
  • Kalteng: 1 kasus


Simak Video "WHO Minta Indonesia Pantau Terus 3 'Varian Lokal' yang Dominan"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)