Jumat, 24 Sep 2021 10:00 WIB

Dialami Tukul Arwana, Apa yang Bisa Terjadi Selama Pendarahan Otak?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tukul Arwana saat tampil di acara Hitam Putih. Tukul Arwana. (Foto: Pool/Ismail/detikFoto)
Jakarta -

Komedian Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak pada Rabu (22/9/2021) malam. Saat ini Tukul sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Apa yang terjadi selama pendarahan otak?

Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan otak, itu menyebabkan pembengkakan. Ini dikenal sebagai edema serebral. Darah yang terkumpul terkumpul menjadi massa yang disebut hematoma.

Kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, dan itu mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak.

Pendarahan dapat terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, antara lapisan penutup otak atau antara tengkorak dan selaput otak.

Otak memiliki tiga lapisan membran (disebut meninges) yang terletak di antara tulang tengkorak dan jaringan otak yang sebenarnya. Fungsi meningen adalah untuk menutupi dan melindungi otak.

Pendarahan dapat terjadi di mana saja di antara ketiga membran ini. Ketiga membran tersebut disebut dura mater, arachnoid, dan pia mater.

Apakah pendarahan otak berakibat fatal?

Pendarahan otak, terlepas dari lokasinya, biasanya terjadi secara tiba-tiba. Namun, beberapa jenis misalnya, hematoma subdural, dapat memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu sebelum gejala berkembang.

Pendarahan otak menyebabkan kerusakan otak dan ya, dapat mengancam jiwa.

Keseriusan dan hasil dari pendarahan otak tergantung pada penyebabnya, lokasi di dalam tengkorak, ukuran pendarahan, jumlah waktu yang lewat antara pendarahan dan pengobatan, usia Anda dan kesehatan secara keseluruhan.

Setelah sel-sel otak mati, mereka tidak beregenerasi. Kerusakan bisa parah dan mengakibatkan cacat fisik dan mental sehingga perlu penanganan dengan tepat dan cepat untuk mengobatinya.



Simak Video "Kenali Hubungan Hipertensi dan Pendarahan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)