Sabtu, 25 Sep 2021 11:38 WIB

5 Mitos Seputar Kolesterol Ini Banyak Dipercaya, Padahal Keliru

Firdaus Anwar - detikHealth
5 Cara Menurunkan Kolesterol Melalui Pola Makan Foto: iStock
Jakarta -

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang sering dikaitkan dengan berbagai kondisi kesehatan, terutama penyakit kardiovaskular. Ini terjadi ketika tingkat kolesterol di dalam tubuh tinggi tidak terkendali sehingga menyebabkan terbentuknya plak di pembuluh darah berujung komplikasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi kolesterol tinggi bisa berkontribusi sampai sekitar 2,6 juta kematian setiap tahunnya. Sebagian orang meninggal karena masalah stroke atau serangan jantung.

Mengingat tingginya angka kejadian penyakit tersebut, tidak heran bila di tengah masyarakat sering beredar mitos seputar kolesterol. Hanya saja perlu diketahui bahwa mitos-mitos tersebut tidak sepenuhnya benar.

Berikut contoh 5 mitos keliru soal kolesterol yang masih banyak dipercayai, seperti dikutip detikcom dari berbagai sumber:

1. Masih muda enggak perlu khawatir kolesterol

Ada anggapan bahwa mereka yang di bawah 40 tahun tidak perlu terlalu mengkhawatirkan tingkat kolesterol karena masih muda. Kardiolog dr Edo Paz dari K Health mengatakan ini keliru karena ancaman kolesterol tinggi sebenarnya dimulai saat masih muda.

Perlu waktu sampai akhirnya kolesterol tinggi bisa menyebabkan komplikasi. Karena itu seseorang disarankan rutin mengecek dan mengendalikan kolesterolnya sejak masih muda.

"Meskipun ada perdebatan kapan pastinya disarankan mulai rutin mengecek kolesterol... Banyak himpunan, termasuk American Heart Association (AHA), menyarankan skrining dini mulai usia 20 tahun," kata dr Edo.

2. Semua kolesterol berbahaya

Karena sering disebut sebagai faktor pemicu penyakit, ada yang menganggap bahwa semua kolesterol berbahaya. Padahal sebenarnya yang perlu diwaspadai adalah bila tingkat kolesterol di dalam tubuh terlalu tinggi.

Kolesterol sendiri merupakan senyawa penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon, vitamin D, dan asam empedu.

"Kolesterol itu tidak jahat. Dia hal tak berdosa yang disalahgunakan oleh gaya hidup modern kita saat ini," komentar dr Edo.

3. Kolesterol naik bikin pusing

Mitos populer lainnya soal kolesterol adalah bisa menimbulkan pusing. Anggapan ini biasanya muncul ketika seseorang mengonsumsi makanan yang tinggi lemak lalu merasa tidak fit atau pusing sesudahnya.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSCM, dr Sukamto mengatakan sakit kepala tidak ada hubungannya dengan tingkat kolesterol yang naik.

"Kolesterol dan sakit kepala sering jadi mitos. Orang pikir sakit kepalanya timbul karena kolesterol naik. Padahal tidak ada hubungannya," kata Sukamto seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

Pada sebagian besar kasus, kolesterol tinggi baru akan menimbulkan gejala ketika sudah memicu komplikasi. Inilah kenapa kolesterol tinggi sering disebut sebagai pembunuh senyap (silent killer) dan orang-orang disarankan melakukan cek berkala.

4. Badan kurus pasti kolesterolnya rendah

Ada anggapan bahwa orang yang tubuhnya kurus tidak bisa memiliki tingkat kolesterol tinggi. Hal ini disebut oleh ahli keliru karena ada banyak faktor yang bisa memengaruhi tingkat kolesterol, termasuk genetik.

"Keseimbangan kolesterol di dalam tubuh tidak hanya ditentukan dari apa yang kita makan, tetapi juga genetika kita. Sebagai contoh seseorang bisa saja dilahirkan dengan kecenderungan genetik tidak bisa memproses kolesterol secara efisien," papar dr Edo.

5. Kolesterol tinggi susah dikendalikan

Anggapan ini juga keliru karena sudah banyak studi yang membuktikan tingkat kolesterol bisa dikendalikan. Caranya bisa dengan melakukan modifikasi gaya hidup sehat dan bila perlu konsumsi obat kolesterol.

"Diet dan olahraga selalu jadi pilihan pertama yang paling penting dalam mengendalikan kolesterol. Ada juga obat statin yang sangat efektif menurunkan kolesterol serta aman," kata kardiolog dr Robert Greenfield dari Orange Coast Medical Center.



Simak Video "Hati-hati Kolesterol Naik! Perhatikan Tips Mengonsumsi Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)