Minggu, 26 Sep 2021 18:30 WIB

Round Up

Jackie Chan Ngaku Tiap Malam Bercinta dengan Pekerja Seks, Ini Risikonya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Perjalanan Hidup Jackie Chan, Sang Aktor Laga Legendaris Jackie Chan. Foto: Getty Images
Jakarta -

Baru-baru ini, Jackie Chan bikin geger usai membongkar riwayat kehidupan masa mudanya. Salah satunya, soal kebiasaannya bercinta dengan pekerja seks setiap malam. Hal tersebut ia bongkar melalui buku yang ia tulis tentang dirinya berjudul 'Never Grow Up'.

Di usia 17 tahun, Jackie Chan sudah memulai karir sebagai stuntman dan tampil di sejumlah film Bruce Lee. Namun cemerlang karir dan banyak uang di usia muda membuatnya tak bisa mengontrol kehidupan kala itu.

Walhasil, uangnya kerap ia pakai untuk berjudi hingga menyewa pekerja seks dengan julukan 'Nomor 9' dan berhubungan intim setiap malam.

Bukankah seks dengan pasangan gonta-ganti berisiko?

Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), berhubungan intim dengan pekerja seks memiliki banyak risiko. Salah satu risiko terbesar yakni penularan HIV.

Risiko lainnya yakni penyakit menular seksual seperti Gonorea atau kencing nanah yang bisa merusak sistem reproduksi pria dan wanita.

Pasalnya, tak tertutup kemungkinan pada sejumlah pekerja kasus PSK, seks dilakukan secara berisiko. Misalnya tanpa menggunakan kondom, bergonta-ganti pasangan, hingga dibarengi konsumsi narkoba.

"Orang yang bertukar seks berisiko lebih tinggi terkena atau menularkan HIV dan penyakit menular seksual (PMS) lainnya karena mereka lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku seksual berisiko (misalnya, seks tanpa kondom, seks dengan banyak pasangan) dan penggunaan narkoba," terang CDC dalam laman resminya.

Berikut sederet PMS yang diyakini sebagai risiko kebiasaan bergonta-ganti pasangan:

1. Klamidia

Klamidia adalah infeksi umum yang bisa ditularkan melalui seks anal, vaginal, maupun oral disebabkan oleh chlamydia trachomatis. Penyakit ini juga bisa ditularkan pada bayi saat proses kelahiran.

Umumnya, klamidia tidak menimbulkan gejala apa-apa. Namun jika tidak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan infertilitas dan komplikasi lainnya. Pada beberapa kasus, gejala yang muncul berupa perubahan pada lendir keputihan dan rasa perih saat buang air kecil, muncul 7-12 hari setelah tertular.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Wanita Cantik Asal Bandung, Ahli 'Bongkar' Tulang dan Sendi"
[Gambas:Video 20detik]