Selasa, 28 Sep 2021 14:31 WIB

Pakar Bocorkan Skenario Terburuk Gelombang Ketiga COVID-19 RI

Vidya Pinandhita - detikHealth
Indonesia kehilangan momen perayaan kemeriahan Dirgahayu Republik Indonesia selama 2 tahun yaitu 2020 dan 2021 karena pandemi COVID-19. Ilustrasi. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Seiring melambatnya penambahan kasus baru COVID-19, pakar menegaskan RI belum sepenuhnya aman. Di samping risiko gelombang 3, masyarakat disebut harus bersiap hidup dengan virus Corona yang pada dasarnya tidak akan hilang di seluruh negara.

"Banyak ahli maupun negara yang menyadari saat ini dengan teknologi vaksin yang ada maupun pengobatan COVID-19, kita tidak mungkin menghilangkan virus dari negara kita. Bukan Indonesia, tapi banyak negara sudah berpikir seperti itu," terang ahli biostatistik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr Iwan Ariawan, M.S.P.H dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/9/2021).

"Itu yang disebut menjadi endemi. Dia (virus) tetap ada, tetapi sedikit levelnya. Kita bisa beraktivitas dengan lebih longgar. Mungkin tidak bisa beraktivitas seperti sebelum pandemi. Memakai masker itu (bakal) lebih lama," sambungnya.

Namun di samping pentingnya masyarakat Indonesia bersiap hidup dengan virus Corona, dr Iwan menegaskan risiko gelombang ketiga COVID-19 dengan lonjakan kasus yang jauh lebih besar dibanding gelombang sebelumnya tetap ada.

Ia khawatir, risiko ini semakin membesar jika mobilitas masif terjadi seiring momen libur panjang di akhir tahun 2021. Jika mobilitas masif tersebut terjadi, risiko paling buruk adalah temuan varian baru yang berpotensi punya kemampuan 'kabur' dari vaksin COVID-19.

"Skenario paling jelek yang kita sama-sama tidak inginkan, kita harus cegah, adalah yang merah di mana mobilitas tidak terkendali, protokol kesehatan tidak dipatuhi," beber dr Iwan.

"Ditambah ada varian baru yang lebih menyebar dari Delta. Itu bisa terjadi gelombang ketiga yang puncaknya bisa lebih tinggi dari yang kita sudah alami. Itu bisa terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 yang Harus Diwaspadai"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)