Rabu, 29 Sep 2021 07:44 WIB

Hari Jantung Sedunia

Lebih Banyak Dialami Perempuan, Ini Faktor Risiko Penyakit Jantung Reumatik

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Ilustrasi sakit jantung Penyakit jantung rematik (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebagian orang mungkin masih awam dengan penyakit jantung reumatik. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara berkembang. Selain itu, perempuan lebih berisiko terkena penyakit jantung reumatik dibandingkan dengan laki-laki.

dr Ario Suryo Kuncoro, SpJP(K) FIHA FAsCC dari RS Jantung Harapan Kita menjelaskan penyakit jantung reumatik adalah penyakit yang terjadi karena adanya kerusakan permanen katup jantung yang disebabkan oleh demam reumatik. Meski demikian, ada juga beberapa kasus jantung reumatik yang tidak diawali dengan demam reumatik.

"Misalnya terkena demam reumatik saat usia anak. Mungkin berkembang menjadi penyakit jantung reumatik di usia remaja. Tapi hanya sebagian yang diawali oleh demam reumatik," kata dia.

Faktor risiko penyakit jantung reumatik bermacam-macam. Bisa karena faktor genetik, ataupun karena faktor lingkungan.

"Infeksi kuman streptococcus yang mengarah ke penyakit jantung reumatik biasanya terjadi ketika seseorang tinggal di lingkungan padat atau lingkungan yang kurang bersih," jelas dr Ario.

dr Ario menjelaskan, penyakit jantung reumatik ini akan lebih berisiko apabila terjadi pada wanita hamil. Pasalnya, pengobatan jantung reumatik memerlukan pembedahan untuk mengganti katup yang rusak.

"Setelah katup diganti, maka akan butuh obat pengencer darah. Obat ini tidak baik bagi perkembangan janin," lanjut dr Ario.

Penelitian juga menemukan bahwa penyakit jantung reumatik lebih banyak dialami oleh perempuan. Namun sampai saat ini belum diketahui apa alasannya.



Simak Video "Kerja Tak Kenal Waktu, Ini Risikonya untuk Kesehatan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)