Rabu, 29 Sep 2021 20:30 WIB

Berisiko Jika Terlalu Dekat, Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Ideal?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Front view of cropped long hair brunet caucasian pregnant woman, sitting in crossed legs, in yoga pose, in bed at home, holding her belly with hand. Maternity, pregnancy, new life. Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Basilico Studio Stock
Jakarta -

Sangat penting bagi pasangan suami istri untuk menentukan jarak antara kelahiran dengan kehamilan berikutnya. Sebab, interval atau jarak kehamilan bisa pengaruhi kondisi kesehatan ibu dan bayi.

Dikutip dari Agency for International Analisis Development (USAID), Rabu (29/9/2021), jika semua interval kelahiran hingga kehamilan ditingkatkan menjadi 3 tahun, sebanyak 1,6 juta kematian balita dapat dicegah setiap tahun.

Oleh karena itu, menjaga jarak kehamilan dalam program Keluarga Berencana (KB) sangat penting agar ibu dan bayi lebih mungkin untuk bertahan hidup dan tetap sehat.

Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berenacana Nasional) Dr dr Hasto Wardoyo, SpOG (K) dalam webinar 'Pentingnya Edukasi Kontrasepsi Untuk Mendukung Revitalisasi Program KB Indonesia,' Rabu (29/9/2021), menjelaskan akan ada banyak risiko bagi ibu dan anak jika tidak menjaga jarak kehamilan.

"Jadi undernutrition pada anak yang kemudian akhirnya terkait dengan perkembangan anak, fisik anak, terutama di 1.000 hari kehidupan pertama itu menimbulkan stunted, underweight dan juga stunting [kurang gizi kronis]," papar dr Hasto.

Selain itu, anak yang mengidap autisme juga bisa disebabkan oleh kehamilan yang tidak diberi jarak yang ideal.

"Autisme juga menjadi bagian dari jarak. Jadi spacing sangat memengaruhi stunting dan autisme," tambahnya.

Dokter Hasto menegaskan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi untuk menjaga jarak kehamilan. Sebab, selain menjaga kesehatan ibu dan anak, ada banyak kasus pasca keguguran yang terjadi akibat belum menggunakan alat kontrasepsi.

"Promosi penggunaan alat kontrasepsi itu harus terus kita lakukan. Terlebih, kita punya hampir 5 juta pasca persalinan dan pasca keguguran dan mereka pada umumnya belum langsung pakai kontrasepsi," pungkasnya.

Terlebih, tak sedikit pasangan yang hanya mementingkan jumlah anak saja tanpa merencanakan jarak kehamilan.

"Bahwa ternyata bukan masalah jumlah anak saja, tetapi interval ini menjadi sangat penting, pemakaian kontrasepsi menjadi sangat penting pada masa interval," tegasnya.

Berapa jarak kehamilan yang disarankan? Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2