Kamis, 30 Sep 2021 13:01 WIB

Pria Ini Dilarikan ke RS Gara-gara Mr P Bengkak, 2 Bulan Nyangkut di Botol

Vidya Pinandhita - detikHealth
botol plastik Ilustrasi botol plastik. (Foto: Getty Images/iStockphoto/deepblue4you)
Jakarta -

Seorang pria berusia 45 tahun dilarikan ke rumah sakit lantaran penisnya menyangkut di leher botol selama dua bulan. Saat ditangani rumah sakit, penisnya sudah dalam keadaan bengkak.

Dilaporkan dalam International Journal of Surgery Case Reports, pria tersebut memiliki riwayat depresi berat dan sempat beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Akan tetapi lantaran malu, sang pasien tak pernah melaporkan kondisi penisnya yang terjepit kepada keluarga.

"Penis tercekik yang dialami orang dengan gangguan mental harus dianggap sebagai darurat bedah karena dapat menimbulkan komplikasi yang menghancurkan. Tidak ada metode dan alat khusus yang direkomendasikan untuk menghilangkan benda-benda itu," tulis tim bedah dalam laporan kasus.

"Rasa malu yang dirasakan pasien adalah penyebab keterlambatan konsultasi bedah dan rentan mengalami komplikasi. Instrumen sederhana dapat digunakan untuk intervensi asalkan menggunakan keterampilan bedah yang baik," sambungnya.

Pada beberapa kasus, benda-benda seperti botol digunakan untuk memperpanjang durasi ereksi dalam permainan autoerotik. Namun ditegaskan, alangkah lebih aman jika hal tersebut digunakan dengan alat-alat yang aman, bukan perangkat buatan sendiri.

"Penis tercekik sering terjadi pada pasien psikiatri dan memerlukan manajemen darurat untuk mempertahankan fungsi organ. Setiap kasus dikelola secara eksklusif sesuai dengan temuan klinis dan pengaturan operasinya," terang tim bedah dalam laporan lebih lanjut.

"Penatalaksanaan tergantung pada jenis dan ukuran objek yang menyempit, instrumen yang tersedia, waktu setelah penahanan, derajat cedera, dan pengalaman ahli bedah. Metode dan alat yang berbeda dapat digunakan tergantung pada skenario klinis," pungkasnya.

Disebutkan, terdapat hampir 60 kasus pencekikan penis yang dilaporkan dalam literatur sejak kasus pertama pada tahun 1755. Alat yang digunakan pun beragam, mulai dari botol plastik, pita rambut, hingga benda logam seperti gantungan kunci.

Temuan kasus penis terjepit pada pengidap gangguan mental tersebut dinilai menunjukkan minimnya dukungan terhadap orang-orang yang berjuang dengan masalah mental. Padahal, problema tersebut menjadi dua kali lipat ketika kondisi tersebut tumpang tindih dengan masalah kesehatan seksual.

Sebuah laporan kasus tentang seorang pria dengan masalah kesehatan mental yang penisnya tersangkut di dalam botol plastik selama dua bulan terus menunjukkan betapa sedikitnya dukungan yang diterima orang-orang yang berjuang dengan kesehatan mental - dua kali lipat ketika kebutuhan itu tumpang tindih dengan kesehatan seksual.



Simak Video "Waktu Terbaik untuk Memulai Self Healing Menurut Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)