Jumat, 01 Okt 2021 18:16 WIB

Kandungan Mikroplastik di Galon Sekali Pakai Vs Galon Isi Ulang

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Jakarta -

Baru-baru ini, ilmuwan dari Universitas Indonesia bersama Greenpeace Indonesia meneliti kandungan mikroplastik dalam air kemasan. Sampel yang dipakai adalah air galon dalam kemasan sekali pakai.

"Galon sekali pakai dipilih sebagai objek penelitian, karena belum terdapat penelitian terdahulu yang spesifik merespons penggunaan galon sekali pakai," ujar Dr rer.nat., Agustino Zulys, M.Sc. dari Universitas Indonesia.

Hasilnya, sampel pertama galon sekali pakai memiliki kandungan mikroplastik sebanyak 85 juta partikel per liter atau setara dengan berat 0,2 mg/liter. Sementara kandungan mikroplastik dalam galon sekali pakai sampel kedua, ditemukan sebanyak 95 juta partikel/liter atau setara dengan berat 5 mg/liter.

Bagaimana dengan kemasan galon isi ulang?

Penelitian ini juga mengambil sampel air dari Mata Air Sentul dan Mata Air Situ Gunung. Hasilnya mikroplastik ditemukan dalam sampel tersebut.

Kendati demikian, mikroplastik yang ditemukan di sumber air faktanya lebih sedikit dengan yang ditemukan pada air minum dalam kemasan (AMDK).

Artinya, mikroplastik yang ditemukan pada AMDK adalah degradasi dari plastik kemasan itu sendiri terlepas, dan kondisi ini bisa terjadi baik galon sekali pakai ataupun galon isi ulang.

"Galon sekali pakai saja sudah ada mikroplastiknya, tentu galon isi ulang tentu akan lebih banyak lagi sebetulnya," kata Dr Agus dalam diskusi virtual.

(up/up)