DKI Diyakini Sudah Mencapai Herd Immunity COVID-19, Indonesia Kapan?

Round Up

DKI Diyakini Sudah Mencapai Herd Immunity COVID-19, Indonesia Kapan?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 01 Okt 2021 22:18 WIB
DKI Diyakini Sudah Mencapai Herd Immunity COVID-19, Indonesia Kapan?
Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono memperkirakan kekebalan kelompok atau herd immunity sudah terbentuk di DKI Jakarta. Sebab, hampir lebih dari separuh masyarakatnya telah memiliki antibodi dari COVID-19.

"Herd immunity itu bisa dicapai dari infeksi alami dan juga bisa dari vaksinasi. Yang sudah terinfeksi di Jakarta pada bulan Maret 2021 itu ada 45 persen dari survei. Kemudian pada bulan Juli, orang yang terinfeksi di DKI lebih dari 60 persen," jelas Miko saat dihubungi detikcom, Jumat (1/10/2021).

"Sedangkan sekarang cakupan vaksinasinya yang satu dosis 60 persen, yang 2 dosis 39 persen, mendekati 40 persen. Tapi, yang sudah divaksinasi pasti ada juga yang terinfeksi. Sudah 80 persen lah dugaan saya orang yang sudah mempunyai antibodi," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu herd immunity?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), herd immunity adalah perlindungan tidak langsung dari penyakit menular yang terjadi saat suatu populasi kebal, baik melalui vaksinasi atau infeksi alami.

Namun, Miko mengatakan sampai saat ini baru DKI Jakarta saja yang mencapai herd immunity. Belum ada daerah lain yang bisa membentuknya.

ADVERTISEMENT

"Iya mungkin (DKI mencapai herd immunity). Ya cuma Jakarta," ujarnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Selengkapnya di halaman berikut.

Untuk Indonesia, Miko memperkirakan masih jauh untuk bisa mencapai herd immunity. Itu karena masyarakat yang memiliki antibodi baru sebanyak 70 persen saja.

Selain itu, cakupan vaksinasi COVID-19 di negara ini masih sangat sedikit. Angkanya masih belum bisa mencukupi sebagai syarat terbentuknya herd immunity.

"Cakupan dosis (vaksin COVID-19) pertama itu 40 persen, cakupan dosis kedua itu baru 20 persen. Jadi, menurut saya variasinya di Indonesia tinggi ya," kata Miko.

"Orang yang terinfeksi mungkin 50 persen, jadi kalau herd immunity mungkin baru 70 persen yang punya antibodi. Jadi, kemungkinan Indonesia belum mencapai herd immunity," imbuhnya.

Untuk bisa mencapai herd immunity, Miko mengatakan paling tidak per Desember 2021 mendatang cakupan vaksinasi lengkap mencapai lebih dari 50 persen. Dan tentunya, vaksinasi COVID-19 ini harus merata di seluruh Indonesia.

"Vaksinasi pada Desember 2021, Indonesia sudah 60 atau 50 persen lebih untuk dua dosis dan diberikan secara merata, di semua kabupaten/kota. Paling tidak pada Desember 2021, kita mencapai yang 2 dosis, jika sekarang masih 20 persen, ya paling tidak sudah mencapai 50 persen lebih," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sembuh dari Covid Bukan Berarti Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

Berita Terkait