Sabtu, 02 Okt 2021 11:35 WIB

Kisah Vabyo, Berjuang Sembuh dari Stroke di Usia 35 Tahun

Syifa Aulia - detikHealth
Penulis Valiant Budi saat berkunjung ke kantor detikcom. Vabyo, penyintas stroke di usia 35 tahun. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Valiant Budi Yogi atau disapa Vabyo adalah penyintas stroke di usia muda. Ia terserang stroke saat menginjak usia 35 tahun. Dalam program e-Life detikcom, Vabyo mengaku tidak mengalami gejala yang dirasakan sebelum mengalami stroke secara mendadak.

"Waktu itu pagi hari lagi bersih-bersih kamar tiba-tiba dari leher belakang terasa kayak mencekik dan sakitnya menjalar sampai ke kepala bagian belakang. Sakitnya seperti otak disayat-sayat ribuan silet. Setelah itu saya pingsan dibawa ke rumah sakit," kata Vabyo, pada Jumat (1/10/2021).

Tahun 2021 menjadi tahun keenamnya dalam menjalani pemulihan. Meski sudah memasuki tahun keenam, ia mengatakan masih menyesuaikan dengan gaya hidup baru yang lebih sehat, terutama makanan yang dikonsumsi.

"Jadi kemarin sempat berkonsultasi dengan dokter yang menangani saya, ya jelas nikotin harus distop karena saya juga sebelumnya merokok. Terus kafein juga diatur supaya tidak terlalu berlebihan," jelasnya.

Hal yang paling ia jaga setelah sembuh dari stroke adalah pola makan. Salah satunya harus mengatur konsumsi gula. Selain itu, ia juga mulai rutin berolahraga, seperti jalan kaki setiap hari dan berenang setiap minggu.

Vabyo mengaku kesulitan dalam menjaga konsistensi untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat. Menurutnya, faktor yang paling berpengaruh dalam menjaga konsistensinya itu adalah lingkungan.

"Jadi memang lingkungan pertemanan, tempat tinggal, juga sangat menunjang untuk kehidupan kita. Mungkin tidak semua penyintas stroke mendapatkan privilage itu," tuturnya.

Sebagai penyintas stroke, ia menyarankan kepada semua orang untuk rutin mengecek tekanan darah dan check-up ke dokter.

"Sebab saya juga tidak tahu punya hipertensi atau nggak, karena saya jarang sekali bahkan hampir tidak pernah cek tekanan darah sebelum mengidap stroke," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan untuk mencari tahu riwayat penyakit keluarga atau garis keturunan. Pasalnya, faktor genetik bisa menjadi peluang seseorang mengidap penyakit tertentu yang menyebabkan stroke.

"Mungkin ada penyakit yang diturunkan sehingga kita bisa siap-siap untuk mengubah gaya hidup atau mengatur apa yang kita makan," tutupnya.



Simak Video "Masih Muda Kena Stroke, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)