Sabtu, 02 Okt 2021 13:01 WIB

'Resesi Seks' Bikin China Akhiri Kampanye Dua Anak Cukup

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A child holds a dinosaur balloon during Childrens Day at a mall in Beijing on Tuesday, June 1, 2021. Chinas ruling Communist Party said it will ease birth limits to allow all couples to have three children instead of two in hopes of slowing the rapid aging of its population, which is adding to strains on the economy and society. (AP Photo/Ng Han Guan) Foto: AP/Ng Han Guan
Jakarta -

Penurunan tingkat kelahiran membuat pemerintah China mengakhiri kebijakan dua anak cukup. China telah membolehkan pasangan suami istri punya hingga tiga anak.

"Untuk lebih mengoptimalkan kebijakan kelahiran, kami akan menerapkan kebijakan pasangan dapat memiliki tiga anak setelah menikah," tulis kantor berita Xinhua.

Perubahan besar dalam kebijakan ini tampaknya merupakan reaksi terhadap data dari sensus negara. Survei sekali dalam satu dekade menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk China selama dekade terakhir adalah yang terendah sejak 1950-an.

Sensus terkini di China, yang dipublikasikan bulan Mei ini, menunjukkan bahwa hanya sekitar 12 juta bayi lahir tahun lalu - ini penurunan signifikan dari data tahun 2016, yang sebanyak 18 juta bayi, sekaligus merupakan angka kelahiran terendah sejak 1960-an.

Menurut laporan Reuters, berdasarkan angka sensus yang dirilis awal bulan ini menunjukkan populasi China sekarang mencapai 1,41 miliar. Hal ini menunjukkan negara tersebut masih salah satu yang terpadat di dunia.

Namun ada ketimpangan antara populasi tua dan muda di negara itu. Saat ini juga banyak wanita yang memilih menunda pernikahan dan tidak terburu-buru memiliki anak.

Kebijakan pemerintah China membolehkan pasangan memiliki tiga anak tidak ditanggapi positif oleh warga. Di media sosial, para kaum muda berbicara tentang dilema di tempat kerja. Bahkan cuti melahirkan juga tidak dianggap solusi dalam masalah tersebut.

"Ada terlalu banyak tekanan besar dalam hidup saat ini. Orang muda tidak mau punya anak," tulis salah satu warganet.



Simak Video "Biang Kerok Kasus Covid-19 di China Naik Lagi hingga Lockdown!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)