Cerita WNI Soal Amukan COVID-19 di Singapura

ADVERTISEMENT

Cerita WNI Soal Amukan COVID-19 di Singapura

Ayunda Septiani - detikHealth
Sabtu, 02 Okt 2021 13:30 WIB
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama.
Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Singapura terus melaporkan rekor kasus baru COVID-19 setiap harinya. Pada Jumat (1/10/2021) Singapura melaporkan ada 2.909 kasus baru.

Dikutip dari laman CNA, di antara pasien yang meninggal, ada empat kasus belum divaksinasi COVID-19, dua baru divaksinasi satu dosis dan dua lainnya sudah mendapatkan dosis penuh. Semua pasien yang meninggal memiliki kondisi penyakit penyerta.

Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Singapura, Evelyne Gabriella (23) menceritakan kondisi Singapura yang saat ini tengah dihantam oleh COVID-19.

Ia menyebutkan, bahwa situasi terkini di Singapura memang sedikit bahaya, karena kasus COVID-19 di sana sudah menyentuh lebih dari dua ribu dalam beberapa hari terakhir.

"Jadi kira-kira kasus di Singapura saat ini seperti bulan Juli di Indonesia. Dan ini emang tertinggi sih dibanding tahun lalu," jelas Eve, sapaan akrabnya, saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/9/2021).

Selain itu, Eve juga menyebutkan jika kasus di Singapura sudah masuk ke komunitas. Artinya, yang tadinya penularan kasus hanya terjadi di asrama pekerja, kini sudah meluas ke komunitas.

Eve menyebutkan, kegiatannya selama di sana masih tetap sama. Ia masih pergi ke kantor seperti biasa, karena setiap kantor di Singapura memiliki regulasi yang berbeda-beda.

"Ada yang harus ke kantor ada yang boleh WFH. Jadi aku sekarang selang-seling gitu sih, ada beberapa hari masuk kantor, ada yang di rumah," paparnya lagi.

Eve juga bercerita jika dirinya lebih was-was untuk keluar rumah, dan mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting.

"Karena kalau misalkan kita sakit dan kenapa-kenapa harus was-was banget karena juga jauh dari orang tua yang jaga," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT