ADVERTISEMENT

Minggu, 03 Okt 2021 07:43 WIB

Fase Genting, Harian Corona Singapura Diprediksi Meledak 5 Ribu Kasus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari terakhir. Ratusan orang terinfeksi dari klaster perkantoran hingga asrama. Corona di Singapura. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Kasus baru Corona di Singapura melampaui penambahan infeksi harian di Indonesia. Hampir 3 ribu orang terinfeksi COVID-19, yaitu 2.909 kasus, sementara Indonesia melaporkan 2.811 kasus dari 251.368 spesimen yang diperiksa per Sabtu (1/10/2021).

Jumlah kasus COVID-19 di Singapura diprediksi terus melonjak dalam dua pekan ke depan. Bahkan, disebut bisa meledak hingga 5 ribu kasus sehari, rekor sejak wabah merebak di sana.

Lonjakan kasus di Singapura terjadi saat pemerintah membuka penyesuaian hidup berdampingan dengan COVID-19. Meski begitu, kasus infeksi COVID-19 diyakini akan didominasi gejala ringan atau tanpa gejala karena sebagian besar orang sudah divaksinasi COVID-19.

Namun, untuk meningkatkan kesiapan negara bila banyak yang berakhir bergejala berat, fasilitas kesehatan Singapura terus dievaluasi.

Singapura menghadapi masa genting

Dikutip dari Straits Times, selama sepekan terakhir, 580 tempat tidur telah disiapkan di empat fasilitas perawatan COVID-19. Kementerian Kesehatan (MOH) berencana untuk meningkatkan tempat tidur hingga 3.700, di sembilan fasilitas pada akhir Oktober.

"Ini adalah area di mana Singapura menghadapi 'kegentingan terbesar'," kata Menteri Kesehatan Ong Ye Kung pada konferensi pers pada Sabtu (2 Oktober) oleh gugus tugas multi-kementerian yang menangani pandemi.

Singapura memperketat pembatasan pertemuan sosial pada hari Senin. Efek penuh dari aturan yang diperketat ini belum terlihat.

"Meskipun demikian, sementara jumlah kasus harian terus meningkat, tingkat peningkatan tampaknya sedikit melambat," kata Depkes, sembari menambahkan bahwa waktu lonjakan kasus telah melambat dari delapan menjadi 10 hari.

Ia menambahkan, bahwa komite ahli tentang vaksinasiCOVID-19 sedang mempertimbangkan vaksinasi booster kepada lebih banyak orang, termasuk petugas kesehatan, pekerja garis depan, dan kelompok rentan.

Simak video 'Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT