Minggu, 03 Okt 2021 23:00 WIB

Tak Boleh Sepelekan Stres, Penyakit Jantung Bisa Mengintai

Syifa Aulia - detikHealth
ilustrasi stres Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Pikiran stres sering kali dirasakan oleh setiap orang. Stres sendiri didefinisikan sebagai respons tubuh terhadap tekanan dalam hidup.

Menurut dr A. M. Y. Eva Suryani, SpKJ, dari Rumah Sakit Atma Jaya, orang yang mengalami stres cenderung melakukan perilaku buruk yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau kardiovaskular.

"Misalnya untuk menghindari stres orang memilih untuk merokok atau makan secara berlebihan. Lalu kurang aktivitas fisik, konsumsi makanan juga tidak pilih-pilih dan makan yang tidak sehat, akhirnya badan menjadi obesitas atau kelebihan berat badan," jelas dr Eva dalam webinar, pada Jumat (1/10/2021).

Selain itu, dr Eva juga menambahkan perilaku buruk yang lain seperti tidak meminum obat sesuai resep dokter bagi yang memiliki penyakit tertentu. Perilaku buruk itu disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Ia mengatakan, stres yang terjadi berkepanjangan juga berisiko terhadap masalah kesehatan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga gangguan stres pasca trauma.

"Jadi ada rasa sakit, rasa takut, penurunan aliran darah ke jantung, dan peningkatan kortisol yang merupakan hormon stres. Ini bisa menimbulkan adanya risiko terhadap penyakit stroke, jantung, dan gangguan metabolik tubuh," tambahnya.

Lebih lanjut, dr Eva menjelaskan bahwa ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa antara depresi dan faktor psikososial dapat memicu risiko penyakit jantung 2,5 hingga 3,5 kali lipat lebih tinggi. Meskipun telah mengontrol faktor gaya hidup dan gangguan medis yang lain.

Perempuan dikatakan 3,5 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik. Sedangkan, pria 2,4 kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.



Simak Video "Kenali Gagal Jantung Sejak Dini, Apa Sih Penyebabnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)