Senin, 04 Okt 2021 11:36 WIB

Paracetamol Cemari Laut Jakarta, Ini Pesan Peneliti Soal Limbah Obat

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Foto: (Dok. DLH DKI Jakarta)
Jakarta -

Laporan tentang pencemaran paracetamol di teluk Jakarta tengah jadi perbincangan. Disebutkan, konsentrasinya cukup tinggi di Angke dan Ancol.

Konsentrasi paracetamol di Angke mencapai 610 nanogram per liter (ng/L). Sementara di Ancol sebesar 420 ng/L.

Kendati demikian, peneliti mengaku belum mengetahui apakah tingkat pencemaran paracetamol tersebut sudah dalam tahap mengkhawatirkan atau belum. Pasalnya, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu dampak dari pencemarannya.

"Apakah pencemaran ini sudah ke tahap mengkhawatirkan? Mungkin belum ya, karena ini baru awal. Riset kita kan baru sekali sampling di laut. Jadi tidak mudah menarik kesimpulan," kata Zainal Arifin, salah satu peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam konferensi pers virtual, Senin (4/10/2021).

Meski begitu, Zainal mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membuang limbah obat. Pasalnya, tak menutup kemungkinan pencemaran paracetamol seperti ini bisa memberikan dampak yang merugikan bagi lingkungan, termasuk untuk manusia.

"Menurut saya, bagi kita, masyarakat, mungkin perlu hati-hati dan waspada. Ini ada konsentrasi selain pencemar lain, ada paracetamol yang mungkin akan berbahaya bagi kita," jelasnya.

"Bagaimana cara kita menyikapinya? Yaitu harus waspada. Pemerintah harus melakukan monitoring. Untuk kita sebagai publik lebih berhati-hati tidak sembarangan membuang limbah obat," tuturnya.



Simak Video "Tingkat Konsumsi Paracetamol Pengaruhi Pencemaran Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)