Senin, 04 Okt 2021 16:01 WIB

Menkes Sebut Obat Molnupiravir Bakal Dikaji untuk Pasien COVID-19 di RI

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan mulai melakukan berbagai review dan uji klinis pada obat-obatan baru untuk mengatasi COVID-19. Ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan beberapa rumah sakit vertikal.

Obat-obatan tersebut terdiri dari obat yang bersifat monoklonal antibodi hingga obat antivirus yang kini tengah ramai dibicarakan yaitu Molnupiravir besutan Merck.

"Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis," kata Menkes dalam siaran pers PPKM, Senin (4/10/2021).

Menkes berharap, dengan adanya kerja sama dari berbagai pihak ini bisa mempercepat rencana untuk bisa mendapatkan obat-obatan baru yang cocok untuk masyarakat.

"Dan diharapkan di akhir tahun ini, kita sudah bisa menngetahui obat-obat mana yang kira-kira cocok untuk kondisi masyarakat kita," ujarnya.

Sebelumnya, obat besutan Merck yaitu Molnupiravir ramai dibicarakan. Pasalnya, dari hasil uji klinis obat antivirus ini disebut mampu mencegah risiko pasien COVID-19 Untuk dirawat di rumah sakit dan meninggal hingga 50 persen.

Selain Indonesia, obat ini juga mulai dilirik sejumlah negara lainnya. Bahkan negara tetangga, Malaysia, dikabarkan sudah menegosiasikan pembelian obat tersebut.

(sao/kna)