Senin, 04 Okt 2021 19:29 WIB

Round Up

Amankah Makan Ikan dari Laut Jakarta yang Tercemar Paracetamol?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
marché traditionnel vend des poissons frais à Djimbaran, Bali Ilustrasi pasar ikan (Foto: iStock)
Jakarta -

Peneliti menemukan cemaran paracetamol di laut Jakarta. Peneliti dari Oseanografi BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Dr Wulan Koagouw, menjelaskan bahwa paparan soal penyebab cemaran paracetamol tersebut masih berupa dugaan berdasarkan telaah pustaka.

Namun, temuan ini memunculkan kekhawatiran di masyarakat terkait dampaknya pada biota laut, seperti ikan yang dikonsumsi masyarakat.

Prof Dr Zainal Arifin dari Oseanografi BRIN menegaskan belum ada penelitian lebih lanjut dampak paracetamol di ikan. Alasan riset pencemaran tak melibatkan ikan dikarenakan sifat fisiologi dari hewan tersebut.

"Kalau ikan dia akan lari berenang menjauh, oksigen rendah dia akan pergi, itu fisiologi dari hewan, kalau kerang dia bertahan atau dia mati karena pencemaran," ungkap Prof Zainal dalam keterangan pers Senin (4/10/2021).

Sementara itu, Wulan menyebut jika ada kemungkinan pencemaran paracetamol ini berdampak pada biota laut. Namun, hal ini perlu dibuktikan oleh penelitian lebih lanjut.

"Karena sekali lagi, fokus saya riset kemarin memang hewan ujinya adalah kerang biru, jadi memang harus fokus di satu organisme," jelas Wulan.

Terkait pencemaran paracetamol di laut Jakarta, para peneliti tidak sampai mencari darimana sumber pencemaran tersebut berasal. Namun, para peneliti menduga pencemaran paracetamol di laut Jakarta ini tidak hanya bersumber dari Jakarta.

"Banyak sumber potensial yang masuk ke Muara Angke atau Ancol. Jadi karena ini di teluk Jakarta, pemda Jakarta mungkin, tapi nggak," kata Prof Zainal.

"Kita harus tahu bahwa kita peneliti hampir setuju bahwa 60 sampai 80 persen pencemaran itu datangnya dari daratan (land based) sumbernya dari daratan itu kan bisa sampai Bogor, Bodetabek," lanjutnya.



Simak Video "Faktor dan Penanganan untuk Pencemaran Paracetamol Menurut Peneliti"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)