Selasa, 05 Okt 2021 09:04 WIB

Negara Asia Ramai-ramai Beli Molnupiravir, Harganya Capai Rp 10 Juta per Orang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs Molnupiravir jadi incaran banyak negara, termasuk Asia. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario)
Jakarta -

Molnupiravir, obat oral COVID-19 pertama di dunia menjadi incaran banyak negara, termasuk di Asia. Terbaru, Thailand tengah negosiasi membeli 200 ribu program kapsul antivirus besutan perusahaan Amerika Serikat, Merck and Co.

Namun, harga persis jumlah obat yang dibeli, tidak dirinci. Selain Thailand, negeri jiran Malaysia juga rencananya akan membeli molnupiravir. Begitu juga dengan Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka opsi tersebut, rencananya akan dilakukan uji klinis terlebih dulu.

"Tapi juga bisa obat-obatan antivirus baru seperti yang sekarang lagi ramai didiskusikan molnupiravir dari Merck. Jadi obatan-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya," ungkap Budi dalam telekonferensi pers, Senin (4/10/2021).

Korea Selatan

Dikutip dari The Korea Herald, pemerintah Korea Selatan sudah mengajukan kesepakatan pembelian perawatan obat oral COVID-19 untuk 18 ribu orang. Korsel juga disebut akan menyisihkan sebagian dari anggaran tahun depan untuk membeli dosis yang cukup bagi 20 ribu orang di tahun 2022.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea diberikan 41,7 miliar won untuk membeli perawatan COVID-19 tahun depan, dan diketahui bahwa biaya pengobatan Merck, molnupiravir, sekitar 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

Namun, para ahli telah menyuarakan keprihatinan bahwa pemerintah Korea membeli terlalu sedikit dosis perawatan COVID-19 meskipun mereka akan sangat penting dalam melakukan upaya strategi 'new normal; hidup berdampingan dengan COVID-19. Mereka memperkirakan bahwa persaingan untuk membeli perawatan COVID-19 akan semakin ketat di kemudian hari, itulah sebabnya Korea harus tetap terdepan dan membeli sebanyak mungkin pada tahap awal.

Merck mengatakan saat mengumumkan hasil uji klinis bahwa pihaknya berencana untuk memproduksi dosis yang cukup untuk 10 juta orang pada akhir tahun ini, 1,7 juta di antaranya sudah dikontrak untuk diberikan kepada pemerintah AS.

Taiwan

Pada konferensi pers baru-baru ini, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chen Shih-chung menyebut tengah berdiskusi dengan farmasi AS, Merck, untuk mengamankan produk pil obat antivirus COVID-19 pertama di dunia.

Meski begitu, Menkes Taiwan memastikan vaksin COVID-19 tetap didorong cakupannya. Pembelian molnupiravir diketahui akan didorong Pusat Komando Epidemi di Taiwan.

Selanjutnya
Halaman
1 2