Selasa, 05 Okt 2021 09:30 WIB

e-Life

Ancaman Kematian dan Kecacatan karena Stroke

dtv - detikHealth
Jakarta -

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di dunia. Urutan pertama adalah kanker, dan diikuti oleh serangan jantung di urutan kedua.

"Yang berbahaya lagi di negara-negara yang sudah maju, penderita stroke itu sepertiganya itu berakhir dengan kematian, meskipun sudah diberikan terapi yang memadai, penanganan yang sepertiga di antaranya itu berakhir dengan kematian," jelas Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Roslan Yusni Hasan, SpBS di acara e-Life detikcom.

Stroke sendiri adalah keadaan di mana bagian otak tidak dialiri dengan darah. Terdapat dua jenis stroke, yaitu stroke perdarahan dan stroke penyumbatan.

"Dua-duanya sama-sama mematikan, tapi kalau ditanya mana yang jauh lebih memberikan ancaman kematian adalah perdarahan. Tetapi yang sulit sembuhnya justru yang penyumbatan atau iskemik," papar dokter yang biasa disapa dr. Ryu ini.

Kebanyakan pasien yang selamat dari stroke iskemik akan mengalami perbedaan pada dirinya, sedikit atau banyak.

"Nah dalam hal ini stroke itu pasti menyebabkan kecacatan, pasti. Sedikit atau banyak kalau seseorang itu mengalami stroke dia akan mengalami perbedaan sebelum dan sesudah stroke, berbeda sedikit atau banyak," lanjut dr. Ryu.

Untuk memperbesar kemungkinan selamat pada pasien, dokter harus memberikan pertolongan secepatnya.

"Nah dalam hal ini, dokter tugasnya adalah, satu, kalau sudah di rumah sakit itu ya early diagnosis and prompt treatment, menegakkan diagnosa secepatnya, dan memberikan pertolongan secepatnya. Tujuannya untuk memperbesar kemungkinan selamat, yang kedua adalah membatasi kecacatan itu sebagai permulaan," kata dr. Ryu.

(gah/gah)