ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Okt 2021 15:32 WIB

Ini 7 Dugaan Sumber Pencemaran Paracetamol di Laut Jakarta Menurut IPB

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Dugaan paracetamol di teluk Jakarta. (Foto: (Dok. DLH DKI Jakarta))
Jakarta -

Temuan paracetamol di teluk Jakarta sampai saat ini masih menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, para peneliti masih belum mengetahui secara pasti sumber utama yang menyebabkan cemaran paracetamol ini.

Namun, peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani mengungkap beberapa dugaan yang kemungkinan bisa menjadi penyebab laut teluk Jakarta tercemar paracetamol. Salah satunya adalah ekskreta masa pandemi dari manusia yang mengkonsumsi paracetamol.

"Dugaan saya kenapa ada kontaminasi paracetamol di perairan, ada kemungkinan sebagai ekskresi. Karena kita tahu bahwa pada masa pandemi banyak sekali orang pusing atau demam, tentu saja untuk menyembuhkannya yang paling gampang langsung beli ke warung," jelas Etty dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/10/2021).

"Tapi, biasanya ekskresi dari manusia itu berdasarkan kajian-kajian maksimal itu hanya 5 persen," lanjutnya.

Selain itu, Etty juga menduga paracetamol ini mungkin berasal dari orang-orang yang membelinya tapi tidak diminum dan kedaluwarsa. Akhirnya, obat tersebut dibuang.

Namun, Etty juga tidak menutup kemungkinan hal ini berasal dari kebocoran industri farmasi. Menurutnya, bisa jadi ada masalah atau kerusakan, sehingga menyebabkan kebocoran.

"Kemungkinan lainnya lagi obat kedaluwarsa di dalamnya ada parasetamol dibuang. Bisa juga ini bukan tidak mungkin juga ada studi farmasi, karena satu dan lain hal pengolahan teknologi ada yang bermasalah, kerusakan, dan sebagainya, sehingga ini bocor," kata Etty.

Etty juga mengungkapkan dugaan adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri yang bocor. Tetapi, ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa ada oknum-oknum pengumpul bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Tapi, bisa kemungkinan terjadi ada orang yang mengerjakan. Karena ini bukan tidak mungkin ada oknum pengumpul B3 yang ternyata juga membuang sembarangan. Karena bukan tidak mungkin hal ini bisa terjadi," pungkasnya.



Simak Video "Pesan Peneliti Terkait Pencemaran Paracetamol di Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT