Selasa, 05 Okt 2021 12:02 WIB

Round Up

5 Fakta Pencemaran Paracetamol di Laut Jakarta, Sudah Ketemu Sumbernya?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung parasetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom) Foto: Pemandangan laut di Teluk Jakarta dipantau dari dermaga di Angke. Kabarnya, ini mengandung parasetamol. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct, Agustus 2021 menemukan bahwa sejumlah air laut di Indonesia terkontaminasi obat-obatan, terutama di Jakarta. Namun, hingga saat ini belum diketahui jelas darimana obat-obatan itu berasal.

Hasil penelitian menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Kendati demikian, para ahli menyebut dibutuhkan analisis lebih lanjut.

"Data yang disajikan dalam studi pendahuluan ini memberikan gambaran kualitas air laut di daerah-daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter nutrisi melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia, dan beberapa logam juga ada," tulis para ahli, termasuk dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Berikut 5 fakta pencemaran Paracetamol di Laut Jakarta:

1. Paracetamol obat apa?

Paracetamol sendiri merupakan obat yang umum digunakan masyarakat sebagai pereda demam dan nyeri. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut paracetamol atau asetaminofen sebagai obat untuk mengatasi nyeri ringan sampai nyeri sedang dan bisa untuk mengatasi nyeri sesudah operasi cabut gigi, pireksia. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan, harus sesuai anjuran pada kemasan atau anjuran dari dokter.

2. Paracetamol cemari laut Jakarta

Tak hanya paracetamol, penelitian dalam jurnal Science Direct juga menyebut bahwa ada kontaminasi obat-obatan lain di empat lokasi di Jakarta dan satu di pantai utara Jawa Tengah. Empat titik yang diambil sampelnya di DKI yakni Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing.

Konsentrasi paracetamol yang tinggi meningkatkan kekhawatiran paparan jangka panjang terutama, dampaknya terhadap peternakan kerang di dekatnya. Terlebih, studi lain menemukan juga adanya cemaran logam.

3. Dampak cemaran paracetamol di Teluk Jakarta

Angke dan Ancol berada di muara dua sungai besar, yaitu Angke dan Ciliwung yang berfungsi sebagai penampung limbah rumah tangga dan industri. Cemaran paracetamol di lokasi tersebut bisa menimbulkan dampak berbahaya, terutama bagi penduduk sekitar.

Berikut dampak cemaran paracetamol di Teluk Jakarta:

  • Masalah keamanan pangan dan perikanan yang ada di daerah tersebut.
  • Angke dan Ancol adalah lokasi pasar sentral, untuk produk laut, bisa memperparah kasus kontaminasi makanan laut dari Teluk Jakarta
  • Menimbulkan kematian ikan, hipoksia, eutrofikasi dan ledakan alga beracun
  • Berkurangnya populasi ikan total

"Kekhawatiran muncul terkait keselamatan penduduk di kawasan kumuh dalam hal akses ke air permukaan yang bersih," dikutip dari hasil penelitian.

Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampaknya pada manusia. Dr Wulan Koagouw, peneliti dari Oseanografi BRIN, mengaku tidak bisa memastikan, tetapi seharusnya dampaknya sangat kecil.

"Jadi yang saya hanya bisa bilang di sini, saya belum lihat efeknya di manusia. Karena memang konsentrasinya rendah dibanding paracetamol yang kita makan, kita minum. Secara logika harusnya efeknya kecil," sebut Wulan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tingkat Konsumsi Paracetamol Pengaruhi Pencemaran Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]