Selasa, 05 Okt 2021 18:00 WIB

Awas Klaster Baru! Satgas Wanti-wanti Lonjakan Kasus Usai Perayaan Maulid

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jemaah mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anak Habib Rizieq, Syarifah Najwa Syihab, Sabtu (14/11/2020). Satgas mewanti-wanti risiko penularan virus Corona pada perayaan Maulid Nabi yang akan datang. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Dalam waktu dekat, peringatan Maulid Nabi akan tiba. Meski libur nasional untuk peringatan Maulid Nabi telah diubah menjadi Rabu (20/10/2021), yang awalnya jatuh pada Selasa (19/10/2021), tak menutup kemungkinan perayaannya akan tetap digelar.

Terkait hal ini, Satgas Penanganan COVID-19 memperingatkan agar para umat muslim yang akan merayakannya untuk tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kegiatan perayaan yang dilakukan justru menimbulkan klaster Corona.

"Mengingat Indonesia sedang dalam keadaan kasus yang cukup terkendali, sudah sepatutnya kita mempertahankannya dengan tidak terlena dan tetap berhati-hati," kata Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, dalam konferensi pers BNPB, Selasa (5/10/2021).

Wiku pun mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap semua kegiatan masyarakat yang berisiko menimbulkan kerumunan. Keadaan pandemi COVID-19 yang sudah cukup terkendali ini harus dijaga dengan baik.

"Mohon kepada pemerintah daerah melakukan pengawasan kegiatan masyarakat dengan membantu sosialisasi yang jelas di daerah masing-masing, khususnya rincian protokol kesehatan yang harus dijalankan untuk meminimalisir peluang penularan sebesar-besarnya," imbaunya.



Simak Video "Peringati Maulid Nabi Muhammad Sekaligus Peresmian Posko Makassar Recover Center"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)