Selasa, 05 Okt 2021 18:30 WIB

Laut Jakarta Sudah Terkontaminasi, Bisakah Paracetamol Cemari Air Tanah?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Peneliti itu terdiri dari Wulan Koagouw, Zainal Arifin, George WJ Olivier, dan Corina Ciocan menemukan konsentrasi tinggi paracetamol di Angke, yaitu 610 nanogram per liter, dan Ancol 420 ng/L, keduanya di Teluk Jakarta. Foto: (Dok. DLH DKI Jakarta)
Jakarta -

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zainal Arifin tidak menampik kemungkinan air tanah bisa saja tercemar paracetamol. Hal ini dikarenakan sebagian besar pencemaran di pesisir tanah sumbernya berasal dari daratan.

"Air tanah secara teori bisa saja, ada, tetapi belum ada penelitiannya," jelas dia dalam konferensi pers Selasa (5/10/2021).

"Karena kan dari laut itu sumbernya kan dari darat ya, kalau saya kira semua paham bahwa 60 sampai 80 persen pencemaran pantai pesisir itu berasal dari daratan dengan jumlah populasi yang tinggi, bisa jadi air tanah-nya juga tercemar," sambung dia.

Meski begitu, Zainal kembali menegaskan belum ada riset terkait ke mana saja penyebaran kontaminasi paracetamol. Terlebih, sifat paracetamol yang diketahui mudah larut.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani juga mengusulkan kajian ulang terkait peredaran bebas paracetamol. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang mengonsumsi paracetamol di luar dosis yang sebenarnya dianjurkan.

"Apapun obat yang dikonsumsi, harus dikonsultasikan ke dokter. Yang berikutnya barangkali, nanti perlu kajian bersama apakah kita perlu meninjau peredaran penjualan paracetamol karena saat ini merupakan obat bebas," ungkap Etty.

"Ada kemungkinan, kita misalnya melihat negara maju mereka sudah membatasi peredarannya. Mungkin kita akan lakukan itu," sambungnya.

Sementara ini, peneliti meminta masyarakat untuk membatasi penggunaan paracetamol. Warga diminta untuk mulai memperhatikan cara bijak mengonsumsi obat, hingga proses membuang obat.

Konsumsi paracetamol yang berlebihan disebut Etty bisa berdampak pada hati, sistem pencernaan, bahkan di sedikit kasus juga memiliki dampak pada ginjal.



Simak Video "Seperti Apa Dampak Kontaminasi Paracetamol di Teluk Jakarta?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)